fbpx
Kepala Bappada Teluk Bintuni, Dr Alimudin mengunjugi tempat penampung jual hasil kebun mama-mama papua yang dijual secara online di Kota Bintuni, Selasa (15/4/2020) malam.... Covid-19 Mewabah, Hasil Kebun Mama Papua Bintuni Harus Terus Produksi

Kepala Bappada Teluk Bintuni, Dr Alimudin mengunjugi tempat penampung jual hasil kebun mama-mama papua yang dijual secara online di Kota Bintuni, Selasa (15/4/2020) malam.

PAPUADALAMBERITA.COM. BINTUNi- Meski pun pandemi infeksi corona virus disease 19 (C-19) Mewabah berdampak pada masyarakat dihimbauw untuk tetap di rumah, namun hasil kebun mama-mama papua Teluk Bintuni bintuni terus berproduksi dan laris manis di pasaran.

Dengan menggunakan aplikasi WA group “gerakan beli sayur segar” menjembatani penjual dan pembeli di Kota Bintuni, dimana pesanan akan diantar langsung ke rumah pembeli tanpa harus keluar rumah.

Ketua DPD GSBI Papua Barat yang juga salah satu penggerak “gerakan beli sayur segar”, Anis Akwan kepada media ini, Rabu (15/4/2020) mengatakan, langka ini sebagai upaya mendukung kebijakan Pemerintah Teluk Bintuni perang terhadap corona.

Selain itu, beli sayur segar dari mama-mama papua kita ikut mendukung ekonomi mereka tetap bergerak sehingga langka beberapa anak muda ini bertujuan agar produksi pertanian dari mama-mama papua tetap berjalan di tengah wabah virus corona (C-19).

“Kegiatan ini merupakan bentuk dari upaya membantu mama-mama papua memasarkan  hasil juala-nya kepada pembeli, tujuannya agar ekonomi mama-mama papua tetap bergerak hingga bisa menjadi basis ekonomi yang saling membantu tetapi juga stabilitas pasokan bahan pangan di Bintuni tetap stabil.” ungkap Anis Akwan.

Lanjut Anis menjelaskan, gerakan anak muda 5 orang itu dikoordinir Melky Marani dengan basis petani mama papua sebanyak 20 orang yang sudah mulai berjalan selama tiga hari dari hari senin.

Menurut Akwan, derngan adanya musibah wabah virus C-19 ini tidak boleh membuat aktivitas berkebun dan menjual dari mama-mama papua berhenti tetapi perlu dukungan semua pihak, untuk saling bantu menggenjot produksi dan produktivitas hasil kebun mama-mama papua bisa terdistribusi kepada pembeli secara online.

“Tinggal di rumah beli sayur dan pesanan akan diantar ke rumah, petugas diwajidkan menggunakan masker dan sarung tangan saat mengantar pesanan sayur,” pungkasnya. (aba/tam)

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maaf Tidak Bisa Dicopy !!