* Oleh: Rustam Madubun
PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI – Operasi pencarian terhadap presenter TVRI Papua Barat, Suriyanto Tuwing Idorway atau yang biasa disapa Yanto Idor way (32), yang dilaporkan hanyut di kawasan Air Terjun Memti, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat, telah memasuki hari ketujuh.
Hingga Jumat (24/7), Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, dan unsur masyarakat masih terus berupaya mencari korban, namun hasilnya belum membuahkan penemuan.
Pencarian dilakukan dengan berbagai metode, mulai dari penyisiran aliran sungai, pemeriksaan sela-sela bebatuan besar, hingga pemantauan menggunakan drone dan Tim K9 (Anjing Pelacak) Milik Polda Papua Barat.
Kondisi medan yang berat, arus sungai yang deras, serta cuaca pegunungan yang cepat berubah menjadi tantangan bagi personel di lapangan.
Di tengah proses pencarian, perhatian masyarakat terus mengalir melalui media sosial.
Banyak warganet menyampaikan doa dan harapan agar korban segera ditemukan.
Namun, tidak sedikit pula yang menyampaikan berbagai analisis dan spekulasi mengenai lokasi kejadian maupun kronologi peristiwa.
Dalam situasi seperti ini, dukungan publik akan lebih bermanfaat jika diwujudkan dalam bentuk informasi yang dapat dipertanggungjawabkan atau bantuan yang terkoordinasi dengan Tim SAR.
Apabila ada masyarakat yang benar-benar memahami karakteristik medan di kawasan Air Terjun Memti atau memiliki informasi penting, mereka dapat menyampaikannya kepada petugas atau berkoordinasi dengan Tim SAR agar informasi tersebut dapat diverifikasi dan dimanfaatkan dalam operasi pencarian.
Di sisi lain, masyarakat juga diharapkan tidak terburu-buru membangun opini yang mengarah pada tuduhan terhadap pihak tertentu, termasuk dua rekan korban yang terakhir bersama Yanto sebelum peristiwa terjadi.
Hingga saat ini, kepolisian telah melakukan penyelidikan, memeriksa para saksi, serta mencocokkan keterangan dengan berbagai bukti yang ada.
Proses penyelidikan merupakan kewenangan aparat penegak hukum. Karena itu, ruang bagi penyidik untuk bekerja secara profesional perlu dihormati sembari menunggu hasil resmi yang nantinya disampaikan kepada publik.
Hal yang sama berlaku bagi operasi pencarian.
Tim SAR Gabungan bekerja berdasarkan prosedur pencarian dan pertolongan (SAR) serta mempertimbangkan kondisi medan dan faktor keselamatan personel.
Setiap langkah pencarian dilakukan sesuai standar operasi yang berlaku, sehingga membutuhkan waktu, ketelitian, dan koordinasi yang baik.
Empati masyarakat kepada korban dan keluarga tentu menjadi dukungan moral yang sangat berarti.
Namun, di tengah banyaknya informasi yang beredar, publik juga diharapkan bijak dalam menggunakan media sosial dengan mengedepankan fakta, menghindari penyebaran spekulasi, serta memberikan ruang bagi aparat untuk menuntaskan pencarian dan penyelidikan secara profesional.
Bila ingin berkontribusi, masyarakat dapat melakukannya melalui informasi yang valid, doa, maupun bantuan yang terkoordinasi di lapangan.
Dengan demikian, dukungan yang diberikan tidak hanya menjadi perhatian di media sosial, tetapi juga dapat memberi manfaat nyata bagi upaya kemanusiaan yang masih terus berlangsung.*(Pemred papuadalamberita.com)













