fbpx
Prosesi penjemputan Samaun Dahlan, S.Sos, MAP, di Kampung Puar Distrik Teluk Patipi saat pengukuhan sebagai anak Kampung Puar Pada 12 Mei 2015. FOTO. Istimewa/papuadalamberita.com.... Diangkat  Sebagai Anak Puar,  Keluarga Dahlan Masuk Dalam 38 Marga di Puar Teluk Patipi

Prosesi penjemputan Samaun Dahlan, S.Sos, MAP, di Kampung Puar Distrik Teluk Patipi saat pengukuhan sebagai anak Kampung Puar Pada 12 Mei 2015. FOTO. Istimewa/papuadalamberita.com.

PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK – Rabu (27/11) Samaun Dahlan, tiba di Kampung Puar Distrik Teluk Patipi dan disambut tarian adat Tumor yang mengantarkannya masuk di kampung Puar.

Kehadiran Samaun Dahlan di Puar, selain disambut tarian Tumor juga disambut 37 marga tokoh adat setempat. Prosesi adat di Kampung Puar Teluk Patipi yang berlangsung Rabu (27/11) untuk mempererat hubungan 37 marga di Puar dengan keluarga besar Dahlan.

Prosesi adat memperat hubungan keluarga antara 37 marga dengan keluarga besar Dahlan di Kampung Puar karena sebelumnya Samaun Dahlan yang kini menjabat sebagai Kepala Dinas PUPR Fakfak sudah dikukuhkan sebagai anak Puar pada 12 Mei 2015.

Untuk memperat hubungan keluarga 37 marga dengan keluarga besar Dahlan yang berlangsung di Puar Teluk Patipi, dilakukan mehak (minum kopi) yang disajikan didalam cangkir kecil.

Jejau Puar (tokoh adat puar), J. Bahamba, dalam prosesi adat tersebut, mengatakan, dengan prosesi adat mempererat hubungan 37 marga di Puar dengan Keluarga Samaun maka kini Samaun Dahlan sudah sah menjadi anak kampung Puar yang telah dinobatkan sejak 5 tahun lalu tepatnya 12 Mei 2015 sebelum Samaun berniat untuk mencalonkan diri sebagai Bupati Fakfak.

“Kami tokoh adat daru 37 marga sudah nobatkan Samaun Dahlan sebagai anak kampung puar 5 tahun lalu sebelum dia mencalonkan diri jadi Bupati Fakfak”, tutur Jejau Puar, J. Bahamba di Kampung Puar Teluk Patipi saat proses adat tersebut.

Karena itu, selalu orang tua dan tokoh adat, Jejau Puar, J. Bahamba, berpesan kepada Samaun sebagai anak Kampung Puar agar bila nanti terpilih menjadi Bupati Fakfak dapat memperhatikan pembangunan di Kabupaten Fakfak, baik itu pembangunan Gereja dan Masjid dari Karas Pulau Tiga sampai Wamosan Tomage.

“Sebagai anak Puar kalau sudah jadi Bupati harus memperhatikan pembangunan termasuk harus membangun Gereja dan Masjid, bukan saja membangun gereja di Puar tetapi harus membangun Gereja dan Masjid di Kampung – Kampung yang lain:”, pesan Jejau Puar kepada Samaun Dahlan.

Tokoh Adat Kampung Puar Mensahkan Samaun Dahlan Sebagai Anak Kampung Puar Dengan Prosesi Mehak (Minum Kopi) bersama di Puar Teluk Patipi Selasa, 27/11-2019. FOTO ; RICO LET’s. papaudalamberita.com.

Sementara itu, Isack Bahamba, yang merupakan salah satu tokoh masyarakat Puar, mengatakan, perjalanan sejarah warga Kampung Puar dengan Samaun Dahlan, sudah terjadi sejak 12 Mei 2015 dengan dikukuhkannya Samaun Dahlan sebagai anak kampung Puar.

Menurut anggota DPRD Fakfak dan mantan anggota DPRD Papua Barat, Isack Bahamba, diangkatnya Samaun Dahlan sebagai anak Puar pada 5 tahun silam karena perhatiannya untuk membangun Gereja di Kampung Puar.

“Kitong (kita) angkat adik Samaun sebagai anak Puar karena dia sudah memberikan perhatian untuk membangun Gereja Kampung Puar, setiap APBD pasti dia masukan anggarannya di RKA Dinas PUPR dari situlah orang tua di kampung Puar panggil dia datang dan langsung angkat Samaun Dahlan menjadi kitong punya saudara”, tutur Isack Bahamba.

Dikatakan, perjalanan Samuan diangkat menjadi anak kampung Puar sudah berjalan lama dan mungkin karena doa orang – orang tua di Puar dan ijin dari leluhur sehingga kini mengantarkan Samaun Dahlan masuk dalam bursa bakal calon Bupati Fakfak di Pilkada 2020 Kabupaten Fakfak.

Ditegaskan Isack, dengan mensahkan Samaun Dahlan sebagai anak kampung Puar maka kini Samaun tidak saja menjadi anak kampung Puar tetapi anak kampung dari Distrik Teluk Patipi dan Distrik Furwagi sampai di Kayuni dan Kwagas.

Tokoh Masyarakat Puar Teluk Patipi, Isack Bahamba Ketika Mendampingi Kadis. PUPR, Samaun Dahlan, S.Sos, MAP, saat melihat perkembangan pembangunan Gereja Puar, Usai Mensahkan Samaun Sebagai Anak Kampung Puar, Selasa 27/11-2019. FOTO ; RICO LET’s/papuadalamberita.com.

“Jangan kita berpikir, Samaun itu anak Puar saja tetapi dengan prosesi menjadi anak kampung Puar maka dia sudah menjadi anak dari Distrik Furwagi, Teluk Patipi hingga ke Kayuni dan Kwagas”, tegas Isack Bahamba.

Lebih lanjut dikatakan Isack,  dengan disahkannya Samaun Dahlan sebagai anak kampung Puar maka seluruh masyarakat yang ada di Distrik Teluk Patipi mempunyai tanggungjawab untuk menjaga Samaun.

“Hari ini kitong (kita) semua di Teluk Patipi punya tanggungjawab untuk Samaun Dahlan, biar mo (mau) ombak picah di Tanjung  Tutin ka, angin ribut ka, hujan ka, dia itu kita punya saudara yang harus kitong (kita) dia punya saudara – saudara orang Teluk Patipi dan Rumbati,“ tutur Isack Bahamba dalam proses adat tersebut.

Karena itu lanjutnya, dengan posesi adat mensahkan Samaun Dahkan sebagai anak Kampung Puar maka mari kita buat komitmen untuk mendayung bersama, buat komitmen bersama supaya kitong  jalan sama – sama dan jaga dia.

Sementara itu, Samaun Dahlan, mengatakan, dengan pengakatan dirinya sebagai anak kampung Puar maka kini tidak lagi ada 37 marga di Puar tetapi sudah menjadi 38 marga di Puar dengan ditambahnya marga Dahlan.

“Karena kamorang (kamu) sudah menghargai saya dengan mengangkat saya sebagai anak kampung Puar maka saya juga taruh marga Dahlan di kampung Puar”: katanya.

Menurutnya, penghargaan yang diberikan jauh – jauh hari dengan mengangkatnya sebagai anak Puar dan melihat perjalanan Otow dan Geisler membawa agar Kristen di Papua yang diantara orang Tidore maka selaku anak dari keturunan Sultan Tidore, mempunyai tanggungjawab yang besar untuk menyelesaikan Gereja Puar.

“Sejarah masuknya Otow dan Geisler di Papua untuk menyebarkan ajaran agama Kristen, dimana dalam perjalanan sejarah itu, yang membuat saya (Samaun Dahlan red) sebagai anak keturunan Sultan Tidore bertanggungjawab untuk menyelesaikan Gereja Kampung Puar”, tutur Samaun Dahlan.

Dalam kesempatan tersebut, Samaun juga memohon restu dari keluarga besar Puar dan keluarga besar Teluk Patipi untuk mengijinkannya maju sebagai calon Bupati Fakfak pada Pilkada Fakfak 2020 mendatang.

“Sebagai anak kampung Puar, saya juga memohon restu keluarga besar Puar dan Teluk Patipi untuk mengijinkan saya maju di Pilkada Fakfak 2020 mendatangkan”, tutur Samaun.

Usai mengikuti prosesi adat di Puar, Samaun Dahlan diantar tokoh adat Puar ke Kampung Sum Distrik Teluk Patipi untuk bertatap muka dengan masyarakat kampung Sum dan setelah daru kampung Sum, tokoh adat kampung Puar dibawah pimpinan Jejau Puar, J. Bahamba dan Isack Bahamba juga mengantarkan Samaun Dahlan untuk mengikuti kegiatan Maulid di Kampung Patipi Pasir Distrik teluk Patipi.(RL 07)

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maaf Tidak Bisa Dicopy !!