PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK– Semangat gotong royong terlihat di Kampung Saharey Distrik Fakfak Timur, Kabupaten Fakfak- Papua Barat, pada Sabtu 5 Agustus 2026. Bersama tim pendamping, masyarakat memulai tahapan awal renovasi kandang ternak ayam buras atau yang lebih dikenal ayam kampung melalui kegiatan pembersihan secara menyeluruh. Kegiatan ini menjadi langkah awal sebelum dimulainya program pemeliharaan ayam buras di kampung tersebut.
Hadir dalam kegiatan tersebut Tim 13 Ekspedisi Patriot, anggota kelompok ternak Kampung Saharey, serta perwakilan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Fakfak. Kehadiran unsur pemerintah dan pendamping menunjukkan dukungan serius terhadap pengembangan sektor peternakan di wilayah pesisir selatan Fakfak.
Koordinator Tim 13 menyampaikan bahwa pembersihan kandang dilakukan agar lingkungan ternak terbebas dari kotoran, sisa pakan, dan potensi penyakit. “Kami mulai dari nol. Kandang dibersihkan, bagian yang rusak akan diperbaiki, baru nanti kita masukkan bibit ayam buras,” ujarnya di sela kegiatan.
Tim 13 Ekspedisi Patriot Bersama Warga Sahary Distrik Fakfak Timur, Kabupaten Fakfak – Papua Barat. Minggu (06/09/2026). FOTO : ISTIMEWA. PAPUADALAMBERITA.COM.
Senada dengan itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Fakfak, Muhammad Sholeh, S.Hut., M.Si., yang turut hadir mengapresiasi program pengembangan ayam buras berbasis potensi bahan pakan lokal oleh Tim 13 Ekspedisi Patriot.
“Ini sejalan dengan program pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan berbasis potensi lokal. Program seperti ini sangat dibutuhkan untuk keberlanjutan ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya Muhammad Soleh.
Antusiasme warga juga terlihat tinggi. Sejumlah warga yang tidak tergabung dalam kelompok ternak ikut membantu kegiatan. “Kebersihan kandang adalah pondasi utama keberhasilan beternak. Kalau kandangnya bersih dan sehat, ayamnya juga akan sehat dan produktif,” ujar salah seorang warga.
Program pemeliharaan ayam buras di Saharey ditargetkan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga, tetapi juga dikembangkan menjadi usaha kelompok. Dengan potensi lahan dan dukungan kelembagaan kelompok ternak, warga optimis peternakan ini dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi di kampung.
“Kami berharap ini jadi awal yang baik. Ke depan Saharey bisa punya pusat peternakan ayam kampung sendiri. Hasilnya bisa untuk warga dan bisa dijual ke pasar Fakfak,” tambah salah satu anggota kelompok ternak.
Setelah tahapan ini, agenda selanjutnya adalah pelatihan yang akan dilakukan Tim 13 dengan mendatangkan narasumber dari luar maupun lokal. Pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Fakfak berkomitmen terus mengawal program ini agar pengembangan ayam buras berbasis potensi bahan pakan lokal berhasil dan bisa menjadi percontohan untuk wilayah lain di Kabupaten Fakfak.(rls)













