fbpx
Direktur RSUD Fakfak, dr. Maulana Patiran. FOTO: papuadalamberita.com/rico letsoin.  PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK – Menanggapi khabar yang beredar di masyarakat beberapa stok obat untuk kebutuhan pasien... Direktur RSUD Fakfak, Benarkan Stok Obat Paracetamol Injeksi Habis

Direktur RSUD Fakfak, dr. Maulana Patiran. FOTO: papuadalamberita.com/rico letsoin.

 PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK – Menanggapi khabar yang beredar di masyarakat beberapa stok obat untuk kebutuhan pasien di RSUD Fakfak sudah habis, Direktur RSUD Fakfak, dr Maulana Patiran, membenarkan, adanya stok obat untuk pasien di RSUD Fakfak hjabis, namun tidak semua obat habis.

Menurutnya, stok obat yang habis hanyalah obat paracetamol injeksi yang secara prosedurnya hanya digunakan bagi pasien yang sedang rawat inap di ruang ICU RSUD Fakfak.

“Stok obat pacetamol injeksi yang habis dan obat tersebut secara prosedurnya hanya digunakan bagi pasien yang menjalani perawatan di ruang ICU sehingga tidak semua pasien dapat diberikan obat paracetamol injeksi,” tegas Disrektur RSUD Fakfak, Maulana Patiran, di ruang kerjanya Rabu (9/10).

Lebih lanjut dikatakan, untuk mendapatkan obat paracetamol injeksi untuk kebutuhan pasien yang sedang menjalani perawatan di ruang ICU, pihak RSUD Fakfak sudah pesan lewat catalog sesuai prosedur pengadaan obat bahkan untuk menjawab kebutuhan obat tersebut sudah dipesan lewat mitra RSUD Fakfak di Sorong.

Namun untuk diketahui, obat paracetamol injeksi tersebut saat ini lagi kosong di Sorong maupun di beberapa daerah lainnya sehingga untuk mendapatkan stok obat paracetamol inejeksi,  RSUD Fakfak masih menunggu sampai saat ini.

Sementara untuk stok obat lainnya, termasuk paracetamol tablet sangat tersedia di RSUD Fakfak, jelas Direktur RSUD Fakfak, kepada papuadalamberita.com, usai rapat bersama para perawat RSUD Fakfak terkait dana insentif perawat.

Ketika disinggung persoalan dana insentif perawat yang kabarnya belum dibayarkan kepada para perawat RSUD Fakfak, Maulana kembali menegaskan, untuk dana insentif perawat masih perlu dikaji.

Lebih lanjut menurutnya, untuk pemberian dana insentif diluar tenaga dokter masih harus dikaji kembali apakah dapat disalurkan kepada perawat, kalau memang petunjuknya dapat disalurkan maka RSUD Fakfak akan menyalurkan insentif bagi perawat RSUD Fakfak.(RL 07)

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maaf Tidak Bisa Dicopy !!