PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI – Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama RI, Jeane Marie Tulung, menegaskan pentingnya konsolidasi dan pemantapan persiapan menjelang pelaksanaan Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026.
Penegasan itu disampaikan saat membuka Rapat Koordinasi Ditjen Bimas Kristen bersama pimpinan LPPN, pimpinan LPPD se-Indonesia, dan Panitia Pelaksana Pesparawi Nasional XIV di Hotel Aston Niu Manokwari, Papua Barat, Kamis (26/2/2026).
Menurutnya, pertemuan tatap muka tersebut menjadi momentum penting setelah sebelumnya dilakukan koordinasi secara daring. Rapat ini difokuskan pada pemantapan teknis dan konsolidasi akhir menjelang pelaksanaan Pesparawi Nasional XIV yang dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026.
“Kita harus memastikan setiap keputusan yang dihasilkan dalam rapat ini bersifat operasional, terukur, dan memiliki tindak lanjut yang jelas,” tegasnya.
Dirjen Bimas Kristen juga mengapresiasi Pemerintah Provinsi Papua Barat dan seluruh panitia yang telah mempersiapkan kegiatan tersebut. Ia menilai kesiapan tuan rumah menjadi faktor penting dalam menyukseskan ajang nasional tersebut.
Ia menyebut penyelenggaraan Pesparawi Nasional XIV di Manokwari memiliki makna historis dan spiritual. Manokwari dikenal sebagai Kota Injil, tempat pertama kali pekabaran Injil masuk ke Tanah Papua.
“Pesparawi bukan sekadar ajang kompetisi paduan suara, tetapi perhelatan iman dan sarana mempererat persaudaraan umat Kristen dari seluruh Indonesia,” ujarnya.
Dalam rakor yang berlangsung 26 Februari hingga 1 Maret 2026 itu, sejumlah agenda strategis dibahas, antara lain kesiapan teknis panitia pelaksana, peran LPPN sebagai pengarah, kesiapan LPPD di setiap provinsi, penguatan koordinasi pusat dan daerah, hingga strategi menghadapi keterbatasan anggaran.
Lebih lanjut, Jeane Marie Tulung mengajak seluruh pihak bekerja dengan integritas dan semangat pelayanan agar Pesparawi Nasional XIV dapat berlangsung secara profesional, akuntabel, dan membawa dampak positif bagi umat serta bangsa.
“Keberhasilan Pesparawi bukan hanya tentang kelancaran acara, tetapi juga tentang bagaimana kita menunjukkan soliditas dan profesionalisme umat Kristen Indonesia,” katanya.
Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026 akan menghadirkan kontingen dari seluruh provinsi di Indonesia dan dipusatkan di Manokwari, Papua Barat.(rustam madubun)













