Arsip Foto: Gedung RSU Provinsi Papua Barat. FOTO: RUSTAM MADUBUN.PAPUADALAMBERITA.
PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI – Direktur RSUD Provinsi Papua Barat, dr. Arnold Tiniap, M.Epid, mengungkapkan bahwa penyesuaian anggaran di rumah sakit sebagian besar akan difokuskan pada sektor infrastruktur dan pengurangan perjalanan dinas.
Pemprov Papua Barat Dikenakan Efisiensi Anggaran 2025 Sebesar Rp 232 Miliar
“Secara umum, yang paling besar dipangkas adalah anggaran untuk dinas yang terkait dengan infrastruktur, serta pengurangan 50% perjalanan dinas,” jelasnya saat dihubungi papuadalamberita.com, Jumat (14/2/2025) malam.
Menurut dr. Arnold, perjalanan dinas di RSUD tergolong jarang dilakukan, kecuali oleh Dinas Kesehatan yang memiliki kegiatan di luar kantor atau luar daerah.
Meskipun demikian, ia menambahkan bahwa rumah sakit tetap akan memantau perencanaan anggaran lebih lanjut untuk menentukan besaran efisiensi yang perlu dilakukan.
Dalam pertemuan dengan Penjabat Gubernur Papua Barat, yang dihadiri Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Papua Barat, Agus Nurodi, SE, serta pimpinan OPD.
Menurut Tiniap, dalampertemuan itu penjabat gubernur memberikan arahan menekankan efisiensi anggaran sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi belanja dalam pelaksanaan APBN dan APBD Tahun Anggaran 2025.
‘’Fokus utama efisiensi, menurut Inpres Nomor 1 tahun 2025, adalah pada sektor infrastruktur dan perjalanan dinas, seperti rapat koordinasi, konsultasi, dan studi banding yang ditiadakan,’’ sebuit Tiniap
Meskipun ada pemotongan anggaran, dr. Arnold memastikan bahwa kualitas pelayanan kesehatan di RSUD Papua Barat tidak akan terpengaruh.
“Pelayanan kesehatan tetap berjalan seperti biasa. Tidak ada pemotongan terkait obat, makan, minum pasien, atau hak-hak petugas. Begitu pula dengan hak gaji ASN dan insentif yang saat ini juga belum dibahas,” tambahnya.
Ia mengatakan rapat koordinasi tadi pagi dipimpin Penjabat Gubernur Papua Barat dihadiri Penjabat Sekda, para asisten, staf, pimpinan OPD, serta kepala badan di ruang rapat Gubernur, lantai 5.
Meskipun ada penghematan, dr. Arnold menegaskan bahwa pelayanan di rumah sakit akan tetap optimal dan tidak terganggu.(rustam madubun)













