PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI – Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan, M.Si., memimpin rapat evaluasi program strategis Papua Barat yang meliputi tiga pilar utama, yakni Papua Barat Sehat, Papua Barat Cerdas, dan Papua Barat Produktif.
Evaluasi berlangsung di Kediaman Gubernur Papua Barat, Susweni, Kamis (8/10/2026), dengan dihadiri jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kepala badan, kepala biro, serta pejabat terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Barat.
Dalam rapat tersebut, Gubernur didampingi Asisten I Bidang Pemerintahan, Kesejahteraan Rakyat dan Otsus Papua Barat Drs. Syors Alberth Ortisanz Marani, M.Si., serta Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Papua Barat Otto Parorongan.
Evaluasi diarahkan untuk memastikan pelaksanaan program strategis pemerintah daerah berjalan sesuai target dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Gubernur memberikan perhatian khusus terhadap program Papua Barat Produktif, terutama pemberdayaan Orang Asli Papua (OAP) melalui dukungan anggaran dan keterlibatan wadah asosiasi pengusaha lokal PAL KOAP.
Pemerintah Provinsi Papua Barat pada 2025 telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp114 miliar melalui PAL KOAP, sedangkan pada 2026 disiapkan alokasi awal Rp48 miliar yang direncanakan bertambah melalui APBD Perubahan hingga mencapai Rp100 miliar.
Dominggus menegaskan, pemberdayaan pengusaha OAP membutuhkan pembagian peran yang seimbang antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten.
Menurut dia, sekitar 30 persen menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi, sedangkan 70 persen menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten di tujuh wilayah.
Ia menilai belum seragamnya komitmen pemerintah kabupaten membuat beban pemberdayaan sekitar 3.000 perusahaan OAP masih banyak bertumpu di tingkat provinsi.
Untuk memastikan program tepat sasaran, Pemprov Papua Barat akan memperketat proses seleksi dan kualifikasi perusahaan. Pemanfaatan sistem digital seperti LPSE, SIRUP, dan sistem kualifikasi lainnya akan dioptimalkan untuk memastikan perusahaan yang memperoleh pekerjaan memenuhi persyaratan legalitas, kemampuan modal, tenaga ahli, serta ketentuan teknis.
Pemprov juga akan menggandeng Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil untuk memverifikasi kepemilikan perusahaan guna mencegah penguasaan sejumlah perusahaan oleh satu keluarga dan memastikan pemerataan kesempatan bagi pengusaha OAP.
Selain Papua Barat Produktif, evaluasi turut membahas perkembangan program Papua Barat Cerdas, khususnya penguatan guru dan tenaga kependidikan.
Program Papua Barat Sehat juga menjadi bagian dari evaluasi melalui penguatan koordinasi lintas sektor dan pemerintah kabupaten agar pelaksanaan program strategis dapat menjangkau masyarakat di seluruh wilayah Papua Barat.
Gubernur Dominggus Mandacan menegaskan evaluasi berkala akan terus dilakukan untuk memastikan seluruh program strategis berjalan efektif dan tepat sasaran.
Pemerintah Provinsi Papua Barat berharap penguatan sinergi dengan pemerintah kabupaten dapat mendorong kemandirian ekonomi masyarakat asli Papua, memperluas kesempatan bagi pengusaha OAP, serta mempercepat pemerataan pembangunan di seluruh Papua Barat.(rustam madubun)













