
Gubernur Papua Barat, Drs Dominggus Mandacan, MSI, di Hotel Aston Manokwari, Rabu (2/2/2022). PAPUADALAMBERITA. FOTO: RUSTAM MADUBUN
PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI – Gubernur Papua Barat Drs Dominggus Mandacan MSI mengimani pesan Pendeta Izaac Samuel Kijne, hamba Tuhan asal Jerman yang berada di Papua Barat sajak tahun 1925. “Barang Siapa yang bekerja di Tanah ini dengan setia, jujur dan dengar-dengaran, maka ia akan berjalan dari tanda heran yang satu ke tanda heran yang lain.”.(Pdt. I.S. Kijne,194).
Baca juga: Perkenalan Mayjen TNI Gabriel Lema S.Sos di Malam Itu
Kutipan itu disampaikan gubernur untuk menjadi refleksi kepada siapa saja yang berada dan bekerja di tanah Papua Barat saat malam pisah sambut Pangdam XVIII Kasuari dari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa SE, MTR Han kepada Mayjen TNI Gabriel Lema S.Sos di Aston Niu Hotel Manokwari Rabu (2/2/2022) malam.
‘’Saya kira tanah Papua tidak beda juga dengan daerah-daerah lainnya provinsi-provinsi lainnya, dengan demikian ketika ada bersama dengan kami di tanah Papua pasti diberkati bersama, bapak, ibu kita yakin dan percaya bahwa Manokwari ini sebagai yang kita kenal kota Injil,’’.
‘’Di mana 5 Februari 1855 hamba Tuhan Ottow dan Johan Gottlob Geissler menginjak kaki di tanah Papua dimulai dari Mansinam, Manokwari dengan doa sulung dengan nama Tuhan kami menginjak Tanah ini tanah ini sudah di berkati, kita semua yang ada di Tanah ini diberkati dengan demikian kita sudah terima berkat dan kita akan menjadi berkat bagi banyak orang,’’.
‘’Dengan demikian bapak Panglima Kodam XVIII Kasuari dengan ibu ketika menginjakkan kaki di tanah Papua ini berarti sudah diberkati, bapak Panglima dan ibu akan menjadi berkat bagi banyak orang menjadi berkat bagi orang Papua di tanah Papua,’’.
‘’Saya sebagai gubernur Papua Barat, pribadi, keluarga tapi juga atas nama masyarakat Papua Barat kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih banyak kepada bapak Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa bersama ibu yang sudah satu tahun setengah bekerja, mengabdi di tanah Papua’’.
Pangdam XVIII Kasuari Mayjen TNI Gabriel Lema S.Sos di Hotel Aston Manokwari, Rabu (2/2/2022). PAPUADALAMBERITA. FOTO: RUSTAM MADUBUN
‘’Tanah yang diberkati dan mengabdi untuk bangsa dan negara Indonesia, dan menjamin keamanan, ketertiban dan kedamaian di Papua Barat, Puji Tuhan sampai hari ini Papua Barat aman dan tenang dan damai.
‘’Ini tidak terlepas dari peran bapak Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa sejak menjadi Panglima Kodam XVIII Kasuari, kita tingkat Muspida Forkopimda selalu kompak,’’.
‘’Dari kekompakan ini, kita bisa membangun hubungan kerjasama yang baik dengan berbagai pihak, baik dengan lintas agama, dengan lintas suku, baik nasional, suku-suku Papua dan semua masyarakat selama ini kita bisa membangun komunikasi yang baik, koordinasi yang baik dengan demikian Papua Barat Sampai hari ini tetap aman dan kondusif,’’.
‘’Saya sejak menjadi Camat dengan Kapolsek Danramil kita selalu kompak, jadi bupati juga bersama Muspida dengan Pak Dandim, pak Kapolres, Kajari maupun ketua Pengadilan Negeri, tingkat Muspida pada waktu itu kami selalu kompak , sekarang di tingkat provinsi, Forkopimda kekompakan,’.’
‘’Kita harapkan apa yang sudah kita mulai, kita letakkan, yakin dan percaya bahwa bapak Panglima Kodam XVIII Kasuari Mayjen Gabriel Lema dengan ibu akan melanjutkan apa yang sudah dimulai sudah diletakkan dari pejabat sebelumnya bapak I Nyoman Cantiasa dengan ibu,’’.
‘’Saya kira Tanah Papua tidak beda juga dengan daerah lainnya, provinsi lainnya dengan demikian ketika ada bersama dengan kami di tanah Papua , Papua Barat pasti diberkati Tuhan bersama ibu, kita yakin, percaya dan imani, bahwa Manokwari sebagai kota Injil, dimana 5 Februari 1855 hamba Tuhan Otto dan Gleiser menginjak kaki di tanah Papua,’’.
‘’Dimulai dari Mansinam, Manokwari dengan doa sulung dengan nama Tuhan kami menginjak tanah ni, tanah ini sudah di berkati, kita semua yang ada di tanah ini yang diberkati, dengan demikian kita sudah terima berkat dan kita menjadi berkat bagi banyak orang,’’ .
Pangkogabwilhan III Letjen TNI I Nyoman Cantiasa SE, MTR HAN, di Hotel Aston Manokwari, Rabu (2/2/2022). PAPUADALAMBERITA. FOTO: RUSTAM MADUBUN
‘’Dengan demikian bapak Panglima Kodam XVIII Kasuari dengan ibu ketika menginjakkan kaki di tanah Papua ini berarti sudah diberkati, dan bapak Panglima dan ibu akan menjadi berkat bagi banyak orang menjadi berkat bagi orang Papua di tanah Papua,’’.
‘’Dengan demikian “Barang Siapa yang bekerja di Tanah ini dengan setia, jujur dan dengar-dengaran, maka ia akan berjalan dari tanda heran yang satu ke tanda heran yang lain.” (Pdt. I.S. Kijne, 1947.)’’.
‘’Seperti bapak mantan Panglima Kodam XVIII Kasuari Pak Mayjen I Nyoman Cantiasa sudah bekerja dengan baik, setia jujur dan dengar-dengaran dan sudah berjalan dari tanda heran satu ke tanda heran yang heran yang lain, dan mendapatkan jabatan yang baru Pangkogabwilhan III membawahi Papua Papua Barat, Maluku dan Maluku Utara ini satu prestasi yang luar biasa,’’.
‘’Dan ini sudah berjalan dari tanda heran satu ke tanda heran yang lain, karena bekerja di tanah yang diberkati dan mendapat berkat dan sebentar lagi tambah satu bintang menjadi tiga bintang, letnan jendral,’’.
‘’ Ini tidak hanya pada pada Pak Nyoman saja, semua pejabat yang bekerja di tanah ini, ya bapak Mendagri kita sekarang Pak Tito, waktu menjadi Kapolda Irian Jaya pada waktu itu, beliau juga bekerja di tanah ini dan mendapatkan berkat itu, dan berjalan dari tanda heran yang satu ke tanda heran yang lain, yaitu menjadi Kapolri dan juga menjadi menteri dalam negeri saat ini,’’.
Sekda Manokwari, Kapolda Papua Barat, Pangdam XVIII Kasuari, Gubernur Papua Barat, Pangkogabwilhan III, serta undangan di Hotel Aston Manokwari, Rabu (2/2/2022). PAPUADALAMBERITA. FOTO: RUSTAM MADUBUN
‘’Pejabat-pejabat sebelumnya juga demikian, Saya yakin dan percaya dan imani, bahwa Bapak Pangdam Kodam XVIII Kasuari Mayjen Gabriel Lema pasti bekerja dengan baik dan pasti berjalan dari tanda heran yang satu ke tanda heran yang lain, akan mendapatkan bintang tiga,’’.
‘’Yakin dan percaya ketika kita bekerja di tanah yang diberkati kita mendapatkan berkah, kita menjadi berkat banyak orang, kita akan menerima berkat itu dari Tuhan, dan akan menjadi pejabat yang lebih tinggi lagi dari jabatannya yang sekrang,’’.
‘’Selama ini keamanan, ketertiban, kedamaian di tanah Papua Barat berkat kerjasama kita semua, dengan demikian bekerjasama semua, kita saling membahu saling kompak dan bisa menjamin daerah ini aman’’.
‘’Saya atas nama pribadi, keluarga, sebagai Kepala Suku Besar Arfak, dan juga sebagai Gubernur Papua Barat, kami menerima bapak Pangdam XVIII Kasuari, bapak Mayjen Gabriel Lemah beserta ibu untuk ada bersama kami di tanah Papua Barat,’’.
‘’Ssehingga kita sama-sama saling sinergi, saling berkoordinasi, saling bekerjasama untuk kita menjaga keamanan, ketertiban dan kedamaian Papua Barat untuk membawa kesejahteraan bagi rakyat kita, umat kita yang ada di Papua Barat,’’.(rustam madubun)














