Papua Barat

Gubernur Papua Barat Dorong Masyarakat Arfak Jadi Berkat, Perkuat Infrastruktur Tiga Distrik

158
×

Gubernur Papua Barat Dorong Masyarakat Arfak Jadi Berkat, Perkuat Infrastruktur Tiga Distrik

Sebarkan artikel ini
Gubernur saat tatap muka bersama pemerintah dan masyarakat dari tiga Distrik, yakni Merdey, Biscoop, dan Masyeta, yang berlangsung di Balai Distrik Merdey, Sabtu (2/5/2026).FOTO: PAPUAKINI.NET

PAPUADALAMBERITA.COM.BINTUNI – Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan, M.Si yang juga Adalah Kepala Suku Besar Arfak, menekankan pentingnya masyarakat Arfak menjadi berkat bagi sesama.

Hal itu dikatakan Gubernur saat tatap muka bersama pemerintah dan masyarakat dari tiga distrik, yakni Merdey, Biscoop, dan Masyeta, yang berlangsung di Balai Distrik Merdey, Sabtu (2/5/2026).

Gubernur mengingatkan kembali sejarah masuknya Injil pada 5 Februari 1855 oleh hamba Tuhan, Ottow dan Geissler yang telah membawa berkat bagi tanah Papua, termasuk wilayah Arfak, Merdey, Moskona, Sougb, dan Meyah.

Menurutnya, setelah menerima berkat tersebut, kini saatnya masyarakat Arfak membalasnya dengan menjadi berkat bagi orang lain yang hidup berdampingan sejak dulu.

“Sekarang kita juga harus menjadi berkat bagi semua orang, terutama yang ada bersama kita,” ujar Gubernur saat memberi arahan.

Gubernur mengajak masyarakat Arfak untuk mengingat jasa orang-orang dari luar yang telah membawa perubahan sejak zaman dahulu. Ia menyebut, bahwa Tuhan menggunakan orang-orang dari luar tanah Arfak untuk datang membawa Injil dan peradaban bagi Orang Arfak.

Gubernur juga menyoroti peran penting para pendatang dalam kemajuan sektor-sektor vital, seperti di bidang pendidikan dan kesehatan, infrastruktur hingga politik.

“Tanpa bantuan orang lain, kita mungkin belum bisa mengenyam pendidikan dan mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai,” ujarnya.

Sebagai bentuk tanggung jawab atas berkat yang telah diterima, Gubernur mengimbau keluarga besar Arfak untuk menjaga keamanan dan keselamatan semua orang yang bertugas di wilayah mereka, baik sebagai guru maupun petugas medis.

“Kita punya tanggung jawab untuk jaga mereka, jamin mereka punya keselamatan supaya mereka tinggal tenang di sini,” tegasnya.

Gubernur juga berharap, jika terjadi perselisihan, masyarakat harus mengedepankan cara-cara damai melalui duduk bersama sesuai dengan adat budaya Arfak, guna mencegah keributan atau perkelahian yang dapat memicu perpecahan.

“Kita harus bersatu menjaga persatuan di Tanah Arfak ini,” pesan Kepala Suku Besar Arfak itu.

Pemerintah Provinsi Papua Barat menyatakan komitmennya untuk menjawab aspirasi masyarakat di Distrik Merdey, Biscoop, dan Masyeta terkait pembangunan infrastruktur.

Langkah strategis yang akan diupayakan adalah melalui kebijakan sharing atau pembagian tanggung jawab anggaran dengan Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni, bahkan Pemerintah Pusat.

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan, M.Si dalam kegiatan tatap muka bersama pemerintah dan masyarakat tiga distrik di Balai Distrik Merdey, Sabtu (2/5/2026).

Gubernur mengungkap, saat ini kemampuan keuangan daerah mengalami penyesuaian signifikan pasca Pemerintah Pusat melakukan efisiensi anggaran.

“Kita akan maksimalkan (anggaran) sehingga apa yang menjadi harapan masyarakat di tiga distrik tentang pembangunan infrastruktur. Kita akan berbicara dengan Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni supaya kita bagi,” ujar Gubernur.

Gubernur menjelaskan, pihaknya perlu melakukan kolaborasi untuk menentukan secara jelas porsi tanggung jawab Pemerintah Provinsi dan mana yang menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni.

Selain ke Pemkab Teluk Bintuni, Gubernur pun berencana akan mengusulkan pembagian tugas itu kepada Pemerintah Pusat.

“Pada tahun 2025, APBD kita tercatat sebesar Rp 3,5 triliun, namun terdapat efisiensi anggaran sebesar Rp 232,7 miliar yang ditarik kembali ke pusat. Sementara untuk tahun 2026, APBD kita diproyeksikan berada di angka Rp 2,5 triliun,” sebutnya.

Meski menghadapi tantangan, Gubernur memastikan Pemerintah Provinsi Papua Barat tetap berupaya membangun secara bertahap dan berkesinambungan sesuai visi-misi yang ada.

Ia berharap, melalui skema sharing kebijakan ini, maka kendala akses jalan dan jembatan yang selama ini dinantikan masyarakat di tiga distrik tersebut dapat teratasi.(rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *