PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK – Di tengah harga pupuk yang mencapai Rp1,5 juta di Distrik Fakfak Timur, Tim Ekspedisi Patriot Kelompok 3 Universitas Hasanuddin (Unhas) memberikan pelatihan pembuatan pupuk mandiri kepada petani di Kampung Saharey. Kegiatan pelatihan pembuatan pupuk mandiri ini berlangsung pada Rabu kemarin (090/9/2026).
Kegiatan yang digelar di Balai Kampung Saharey tersebut mengangkat tema “Pelatihan Pembuatan Pupuk Kompos Mandiri Berbasis Bahan Organik Lokal” dan diikuti oleh petani yang tergabung dalam kelompok tani di Kampung Saharey. Pelatihan ini ditujukan untuk meningkatkan kemampuan petani dalam memanfaatkan bahan organik yang tersedia di lingkungan sekitar sebagai bahan baku pupuk.
Selain pembuatan pupuk kompos, peserta juga mendapatkan pengetahuan mengenai pembuatan pupuk organik cair (POC). Dua materi tersebut disampaikan oleh dua narasumber, yakni Mita Yusri, S.P., M.Si., dari Universitas Hasanuddin Makassar, yang membawakan materi Pembuatan Pupuk Kompos Mandiri, serta Sigit Agung Nugroho, S.Pt., Penyuluh Pertanian Distrik Fakfak Timur, yang menyampaikan materi Pembuatan Pupuk Organik Cair.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Tim Ekspedisi Patriot Kelompok 3 Unhas, Prof. Dr. Ir. Itji Diana Daud, M.S. Kehadiran Tim Ekspedisi Patriot diharapkan dapat membantu menjawab persoalan yang dihadapi petani melalui kegiatan yang bersifat praktis dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Sigit Agung Nugroho mengapresiasi pelaksanaan pelatihan tersebut. Sebagai penyuluh pertanian di Kampung Saharey, ia menilai kegiatan yang dilakukan Tim Ekspedisi Patriot sangat dibutuhkan oleh masyarakat, khususnya petani.
Tim Ekspedisi Patriot Kelompok 3 Universitas Hasanuddin (Unhas) Bersama Petani di Kampung Saharey, Distrik Fakfak Timur, Fakfak – Papua Barat. Minggu (20/09/2026). FOTO: ISTIMEWA. PAPUADALAMBERITA.COM.
“Saya sebagai penyuluh pertanian di kampung ini merasa bersyukur karena kegiatan ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat, terutama masyarakat petani, utamanya dalam budidaya pertanian,” ujar Sigit.
Menurut Sigit, keterampilan membuat pupuk secara mandiri menjadi pengetahuan penting bagi petani, terutama ketika harga pupuk menjadi salah satu kendala dalam kegiatan budidaya pertanian.
Apresiasi juga disampaikan Zainuddin Arbakala, Kepala Kampung Saharey. Ia mengucapkan terima kasih kepada Tim Ekspedisi Patriot yang telah menghadirkan kegiatan bagi masyarakat di kampungnya.
“Saya sangat berterima kasih atas kegiatan yang diselenggarakan oleh Tim Ekspedisi Patriot untuk masyarakat saya. Harapan saya sebagai Kepala Kampung Saharey, semoga masyarakat saya bisa terus didampingi dengan kegiatan-kegiatan yang positif seperti ini,” kata Zainuddin.
Pelatihan tersebut diharapkan tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi dapat diterapkan oleh kelompok tani secara berkelanjutan. Pemanfaatan bahan organik lokal untuk pembuatan pupuk menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan masyarakat untuk mendukung kemandirian petani dan mengurangi ketergantungan terhadap pupuk yang harus dibeli dari luar kampung.
Bagi Tim Ekspedisi Patriot Kelompok 3 Unhas, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat melalui solusi yang berangkat dari persoalan nyata di lapangan. Ketika harga pupuk menjadi salah satu kendala utama petani, kemampuan memproduksi pupuk secara mandiri diharapkan dapat menjadi langkah awal menuju pertanian yang lebih mandiri dan berkelanjutan di Kampung Saharey.(rls)













