PAPUADALAMBERITA.CO. MANOKWARI– Gubernur Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan, M.Si., mengenang almarhum Dr. Drs. Abdul Latief Suaeri, M.Si., M.Sc., bukan hanya sebagai pejabat yang pernah mengabdi bersama pemerintah daerah, tetapi juga sebagai sahabat yang telah dikenalnya sejak bangku pendidikan.

Kenangan itu disampaikan Dominggus saat melepas jenazah Abdul Latief di Kediaman Dinas Sekda Papua Barat, Susweni, Manokwari, Sabtu (12/9/2026).
Dominggus mengatakan, dirinya dan Abdul Latief merupakan satu angkatan saat menempuh pendidikan di APDN Jayapura pada 1981-1984. Persahabatan keduanya berlanjut ketika sama-sama menempuh pendidikan di Institut Ilmu Pemerintahan (IIP) Cilandak, Jakarta.
Bahkan, keduanya pernah tinggal dalam satu kamar.
“Kita satu kamar. Dia di atas, tempat tidur susun, saya di bawah,” kata Dominggus.
Bagi Dominggus, Abdul Latief adalah sosok yang gemar bercerita, memberikan semangat kepada rekan-rekannya, serta mampu mencairkan suasana dengan humor. Ia juga mengenang sikap Abdul Latief yang selalu menghormati dirinya sebagai rekan yang lebih tua.
“Terima kasih, adik. Selamat jalan,” ujar Dominggus.
Abdul Latief lahir di Kokas, Kabupaten Fakfak, pada 2 November 1963.
Ia merupakan anak keenam dari 11 bersaudara, putra pasangan H. Husein Suaeri dan Amina Suat.
Di balik perjalanan panjang pengabdiannya, Abdul Latief juga meninggalkan keluarga yang menjadi bagian penting dalam hidupnya.
Ia menikah dengan Candra Sri Ubayanti dan dikaruniai tiga anak, yakni Ipda Maulana Arcipan Suaeri Kapolsek Morwali, Provinsi Sulawesi Tengah, Muamar Barpipan Suaeri (Bintang Model), dan Tanisha Fitri Suaeri (bungsu).
Pendidikan menjadi salah satu bagian yang menandai perjalanan hidupnya.

Setelah menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Papua, Abdul Latief melanjutkan pendidikan di APDN Jayapura dan kemudian meraih gelar sarjana Manajemen Pemerintahan di IIP Jakarta.
Ia juga menyelesaikan pendidikan magister hingga meraih gelar doktor Program Studi Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan dari Universitas Gadjah Mada pada 2020.
Lebih dari empat dekade, hidupnya diisi dengan pengabdian sebagai aparatur sipil negara. Sejumlah jabatan pernah diembannya di lingkungan pemerintahan Papua Barat hingga akhirnya dipercaya sebagai Pelaksana Tugas Asisten Sekda Papua Barat Bidang Perekonomian dan Pembangunan.
Abdul Latief meninggal dunia di RSUP Papua Barat pada Jumat (11/9/2026) malam.

Jenazah kemudian disemayamkan di Kediaman Dinas Sekda Papua Barat sebelum diberangkatkan menggunakan pesawat Susi Air menuju kampung halamannya di Kabupaten Fakfak untuk dimakamkan.
Jenazah didampingi istri dan ketiga anaknya. Pelepasan turut dihadiri Sekda Papua Barat Ali Baham Temongmere, Wakil Ketua II DPR Papua Barat Syamsuddin Seknun, pimpinan OPD Pemprov Papua Barat, serta sahabat, kolega dan keluarga almarhum.
Kepergiannya menutup perjalanan panjang seorang birokrat yang mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk negara dan tanah Papua Barat. Namun, bagi mereka yang pernah berjalan bersamanya, kenangan tentang seorang sahabat, rekan kerja, dan pribadi yang penuh semangat itu akan tetap tinggal.(rustam madubun)

Anak sulung dari almarhum, Ipda Maulana Arcipan Suaeri saat sambutan mewakili keluarga. FOTO: RUSTAM MADUBUN.PAPUADALAMBERITA.COM














