Papua Barat

Jarak Pandang 500 Meter, 3 Penerbangan Rendani Terdampak Kabut Asap

599
×

Jarak Pandang 500 Meter, 3 Penerbangan Rendani Terdampak Kabut Asap

Sebarkan artikel ini
Terkait dampak kabut asap yang menurunkan jarak pandang di Bandara Rendani hingga 500 meter. Kondisi tersebut berdampak pada sejumlah penerbangan, sementara suasana di area bandara tampak sepi dan hanya terlihat dua pesawat Susi Air berada di apron pada Kamis (1/10/2026) siang jelang sore.FOTO: RUSTAM MADUBUN.PAPUADALAMBERITA

​PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI – Jarak pandang (visibility) di Bandara Rendani Manokwari mengalami penurunan drastis hingga menyentuh angka 500 meter akibat paparan kabut asap, Kamis (1/10/2026).

Kondisi ini mengganggu aktivitas penerbangan dan memaksa sejumlah maskapai mengalihkan serta menunda jadwal penerbangan demi keselamatan.

​Kepala BLU Kantor UPBU Rendani Manokwari, Herman Sujito, S.SiT., M.M., yang didampingi Kasi Ops Bandara dan Keamanan Penerbangan, John Kokali, A.Md., S.E., M.M., menjelaskan bahwa penurunan jarak pandang ini terjadi secara bertahap sejak pagi hari.

​
Kepala BLU Kantor UPBU Rendani Manokwari Herman Sujito memberikan keterangan kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (1/10/2026),. FOTO: RUSTAM MADUBUN.PAPUADALAMBERITA.

​”Tadi pagi kami menerima laporan dari BMKG bahwa jarak pandang awal berada di angka 4 kilometer. Namun, semakin siang kondisinya semakin menurun, hingga sekitar pukul 10.00 hingga 11.00 WIT jarak pandang hanya tersisa 500 meter,” ujar Herman saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Kamis (1/10/2026).

Kabut menyelimuti Kota Manokwari, Kamis (1/10/2026). FOTO: RUSTAM MADUBUN.PAPUADALAMBERITA.

​Herman mengungkapkan, standar jarak pandang aman untuk pendaratan pesawat di Bandara Rendani minimal berkisar antara 4 hingga 4,6 kilometer, tergantung pada jenis pesawat. Akibat kondisi ekstrem ini, sebanyak empat penerbangan terdampak:

​Lion Air (Jayapura – Manokwari): Pesawat yang dijadwalkan mendarat pukul 12.00 WIT gagal mendarat dan dialihkan (divert) ke Ambon.

​Wings Air (Kaimana – Manokwari – Nabire): Penerbangan tertahan dan belum bisa lepas landas dari Kaimana.

​​Trigana Air: Turut mengalami penundaan penerbangan.

​Sementara itu, tiga penerbangan pada Kamis pagi—yakni Super Air Jet, Batik Air, dan Lion Air dari Sorong—sempat mendarat dan lepas landas secara normal sebelum kabut asap menebal.

​Berdasarkan analisis BMKG, kabut asap tersebut diduga bukan berasal dari pembakaran lahan di wilayah Manokwari lokal, melainkan terbawa angin dari wilayah sebelah barat menuju arah Timur-Selatan.

​”Beberapa hari lalu Manokwari sempat diguyur hujan deras, jadi kami pastikan sumber asap bukan dari dalam kota. Kami terus berkoordinasi dengan BMKG untuk memantau pergerakan angin dan mitigasi cuaca ke depan,” tambahnya.

​Pihak otoritas bandara juga mengimbau pihak maskapai untuk terus menyampaikan informasi terbarunya kepada para penumpang agar tidak timbul kebingungan di area terminal. Selain itu, masyarakat diimbau untuk turut menjaga lingkungan selama musim kemarau dengan tidak membuang puntung rokok sembarangan atau melakukan pembakaran lahan dan sampah.(rustam madubun)

​

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *