PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI – Hitung mundur menuju Piala Dunia 2026 semakin dekat.
Per Senin (1/6/2026), hanya tersisa 10 hari sebelum pesta sepak bola terbesar di dunia itu resmi bergulir di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Turnamen edisi kali ini akan mencatat sejarah dengan melibatkan 48 negara peserta.
Di Indonesia, seluruh pertandingan akan disiarkan langsung oleh TVRI sebagai pemegang hak siar nasional.
Namun, perbedaan waktu diperkirakan menjadi tantangan tersendiri bagi para penggemar sepak bola di Tanah Air, termasuk aparatur sipil negara (ASN) di Papua Barat.
Sejumlah laga dijadwalkan berlangsung pada pukul 04.00 WIT hingga 09.30 WIT, waktu yang berdekatan dengan jam aktivitas dan pelayanan publik.
Menanggapi hal tersebut, Asisten I Sekretariat Daerah Papua Barat Bidang Pemerintahan, Kesejahteraan Rakyat, dan Otonomi Khusus, Drs. Syors Alberth Ortisanz Marini, M.Si., mengimbau ASN tetap mengedepankan disiplin kerja meski antusias menyaksikan pertandingan Piala Dunia.
“Khusus ASN di Papua Barat terkait waktu tayang Piala Dunia, mereka bisa menonton bersama di lingkungan rumah maupun di kantor. Tetapi kewajiban sebagai ASN tetap harus dijalankan,” kata Syors kepada wartawan di Kantor Gubernur Papua Barat, Senin.
Menurut dia, kehadiran dan kinerja ASN tetap menjadi prioritas karena berkaitan langsung dengan pelayanan kepada masyarakat. ASN yang tidak masuk kerja atau mengalami penurunan kinerja akibat begadang menonton pertandingan harus siap menerima konsekuensi sesuai aturan yang berlaku.
“Kalau tidak masuk kantor tentu ada konsekuensinya. Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP) bisa berpengaruh. Karena itu suka atau tidak suka mereka tetap harus hadir dan melaksanakan tugas sebagaimana mestinya,” ujarnya.
Selain mengingatkan ASN, Syors juga mengajak masyarakat Papua Barat menjaga keamanan dan ketertiban selama berlangsungnya Piala Dunia 2026. Menurutnya, euforia sepak bola dunia harus menjadi sarana mempererat kebersamaan, bukan memicu konflik antarsuporter.
Ia menilai antusiasme masyarakat terhadap Piala Dunia sering kali lebih besar dibandingkan berbagai peringatan nasional. Karena itu, semangat sportivitas harus terus dijaga.
“Kita ingin masyarakat menikmati Piala Dunia dengan aman dan nyaman. Jangan sampai terjadi gesekan karena perbedaan dukungan terhadap tim tertentu. Mari kita jaga kebersamaan dan keamanan bersama,” katanya.
Syors juga mengingatkan masyarakat untuk menghindari konvoi berlebihan yang berpotensi mengganggu pengguna jalan lainnya maupun ketertiban umum.(rustam madubun













