Papua Barat

Kabut Asap Karhutla di Bomberay dan Tomage Mereda, Aktivitas Warga Kembali Normal

211
×

Kabut Asap Karhutla di Bomberay dan Tomage Mereda, Aktivitas Warga Kembali Normal

Sebarkan artikel ini
Karhuta di Fakfak
Kondisi Terkini Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Samping Polsek Bomberay. Minggu (30/08/2026). FOTO : ENRICO. PAPUADALAMBERITA.COM..

​​​PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK – Kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sempat melanda Distrik Bomberay dan Distrik Tomage, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, kini dilaporkan mulai mereda sejak Sabtu (29/08/2026) hingga Minggu (30/08/2026).

Bahkan dilaporkan pagi hari ini (Minggu, 30/08/2026) hujan dengan intensitas ringan mulai memasahi Bomberay. Kualitas udara dan jarak pandang di wilayah terdampak berangsur membaik sehingga aktivitas harian masyarakat kembali pulih.

​Sebelumnya, paparan asap pekat sempat menyelimuti permukiman warga dan jalan poros antar kedua distrik. Kondisi tersebut sempat mengganggu mobilitas pengguna jalan serta memicu kecemasan akan risiko penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

​Sebagai langkah antisipasi, petugas gabungan dari Puskesmas, Polsek, dan Koramil Bomberay sebelumnya telah membagikan seribuan masker gratis kepada warga, siswa sekolah, serta para pengguna jalan.

​Kapolsek Bomberay, Iptu Aldin La Adi, S.H., mengonfirmasi bahwa kendati kabut asap sudah jauh berkurang, titik api (spot) skala kecil masih terlihat di beberapa lokasi, salah satunya di wilayah SP 3 Bomberay.

Sisa – Sisa Kebakaran Hutan dan Lahan di Pinggir Jalan Nasional, Bomberay – Tomage. Minggu (30/08/2026). FOTO : ENRICO. PAPUADALAMBERITA.COM.

​”Meski intensitas api kecil dan jaraknya jauh dari permukiman, pihak berwenang bersama Satgas Karhutla terus memantau hotspot di sekitar Bomberay dan Tomage untuk memastikan situasi benar-benar aman,” ujar Aldin, Sabtu (29/8/2026).

​Senada dengan hal tersebut, Koordinator Lapangan BPBD Fakfak, Fredy Renyaan, menyatakan bahwa situasi secara umum sudah berhasil dikendalikan. Namun, ia mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dan tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di area yang rawan terbakar.

​”Vegetasi semak yang lebat dan mengering membuat potensi kebakaran susulan tetap tinggi,” jelas Fredy.

​​Untuk mencegah kebakaran berulang, menurutnya BPBD Fakfak telah mengidentifikasi sejumlah titik rawan yang memerlukan pengawasan ekstra ketat: ​Distrik Bomberay: Permukiman SP4 (area yang sempat terbakar), batas gorong-gorong SP3, SP5, serta kawasan di sekitar Mapolsek Bomberay.

​Dan untuk Wilayah Distrik Tomage: Area Bukit Teletubbies (di mana vegetasi rumput setinggi 50 cm mulai mengering), SP1, SP2, SP7, serta area di depan SMK Pertanian.

​Fredy menambahkan, dampak terbesar karhutla kali ini melanda sektor perkebunan kelapa sawit yang mengelilingi kedua distrik, khususnya di wilayah Yaronga dan SP5.

​Tercatat sedikitnya 6 blok kebun sawit dipastikan hangus terbakar. Khusus di wilayah SP5, proses pemadaman bahkan masih dilakukan secara manual oleh warga setempat lantaran keterbatasan sarana pendukung pemadam kebakaran, tutupmya.(Enrico)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *