Papua Barat

Kalbar Bidik 7 Emas di Pesparawi Nasional 2026, Usung Gerakan Ramah Lingkungan

312
×

Kalbar Bidik 7 Emas di Pesparawi Nasional 2026, Usung Gerakan Ramah Lingkungan

Sebarkan artikel ini

PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI – Kontingen Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) tidak hanya datang dengan target prestasi pada ajang Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV Tahun 2026 di Papua Barat, tetapi juga membawa misi pelestarian lingkungan melalui gerakan pengurangan sampah plastik.

Ketua Panitia Kontingen Kalimantan Barat sekaligus Wakil Ketua I Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Kalimantan Barat, Johni Yahya Sedi, mengatakan kontingen Kalbar hadir dengan total kekuatan 206 orang yang terdiri dari peserta, pelatih, official, dan pengurus.

“Saat ini yang sudah tiba sebanyak 72 orang. Sisanya akan datang pada kloter berikutnya,” ujar Johni saat ditemui wartawan di Bandara Rendani, Manokwari, Papua Barat, Kamis (18/6/2026).

Johni menjelaskan, Kalimantan Barat mengikuti 10 kategori lomba dalam Pesparawi Nasional XIV. Dengan persiapan yang telah dilakukan selama berbulan-bulan, pihaknya menargetkan dapat membawa pulang tujuh medali emas.

“Kami mengikuti 10 kategori lomba dan menargetkan tujuh medali emas pada Pesparawi tahun ini,” katanya.

Namun, di balik target prestasi tersebut, Kalimantan Barat juga membawa pesan penting terkait kepedulian terhadap lingkungan. Seluruh anggota kontingen diwajibkan membawa tumbler atau botol minum pribadi selama mengikuti kegiatan Pesparawi.

Menurut Johni, kebijakan tersebut merupakan bagian dari komitmen kontingen Kalbar untuk mendukung penyelenggaraan Pesparawi yang ramah lingkungan dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

“Kami datang dengan mengusung misi Pesparawi ramah lingkungan. Semua anggota kontingen membawa tumbler. Bahkan saya sendiri membawa dua tumbler,” ujarnya.

Ia mengatakan, langkah sederhana tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi volume sampah plastik selama pelaksanaan kegiatan yang melibatkan ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

“Alasannya sederhana, kami ingin menghindari sampah yang terlalu banyak, khususnya sampah plastik sekali pakai. Kami ingin ikut menjaga kebersihan lingkungan selama Pesparawi berlangsung,” kata Johni.(rustam madubun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *