Papua Barat

Kampung Bumi Muroh Indah Distrik Bomberay Angkat Kayu Putih Sebagai Komoditas Potensial

141
×

Kampung Bumi Muroh Indah Distrik Bomberay Angkat Kayu Putih Sebagai Komoditas Potensial

Sebarkan artikel ini
Fakfak
Tim C, Ekspedisi Patriot di Rumah Produksi Kayu Putih, Kelompok Karya Mandiri Kampung Bumi Muroh Indah Distrik Bomberay. Kamis (20/11/2025). FOTO : ISTIMEWA. PAPUADALAMBERITA.COM.

PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK – Aroma kayu putih kini menjadi simbol kebangkitan ekonomi masyarakat Kampung Bumi Muroh Indah (BMI), Distrik Bomberay, Kabupaten Fakfak.

Di tempat ini berdiri Rumah Produksi Kayu Putih yang dikelola Kelompok Karya Mandiri yang digagas oleh Pak Al Bayan Iha. Berdirinya Rumah Produksi Kayu Putih merupakan sebuah inisiatif lokal yang terus bertumbuh dan menjadi kekuatan baru bagi perekonomian kampung.

Kelompok Karya Mandiri, Kampung Bumi Muroh Indah, Distrik Bomberay merupakan binaan Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak.  Tim Ekspedisi Patriot yang melakukan penelitian di Bomberay dan Tomage dari Tim C yang beranggotakan Syabab, Ilham, Endah, dan Grace melakukan survey dan wawancara di Rumah Produksi Kayu Putih Kampung BMI.

Pak Al Bayan Iha Ketua Kelompok Karya Mandiri, Kampung  Bumi Muroh Indah, Bomberay, menceritakan perjalanan kayu putih di Kampung tersebut, bermula pada tahun 2014, saat Dinas Kehutanan Kabupaten Fakfak melakukan program reboisasi di lahan tandus seluas 500 hektare.

Lahan yang sebelumnya dipenuhi pohon kasuari mulai ditanami kayu putih dan menunjukkan potensi besar dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2019, dengan dukungan Dinas Perkebunan, rumah produksi pertama resmi beroperasi.

Perjalanan ini berlanjut hingga 2025, ditandai dengan pembangunan gedung baru berstandar BPOM yang kini dalam tahap penyelesaian sebagai langkah untuk memperluas pasar dan memperkuat legalitas produk., ujar Al Bayan Iha, kepada tim C, Ekspedissi Patriot di Bomberay, Fakfak – Papua Barat.

Dia melanjutkan, semangat yang dibawa kelompok karya mandiri ini, bukan sekadar memproduksi minyak, tetapi membangun komoditas potensial dikembangkan yang benar-benar lahir dari tanah Fakfak.

Tim C Ekspedisi Patriot Bersama Ketua Ketua Kelompok Karya Mandiri Al Bayan Iha, di Rumah Poduksi Kayu Putih, Kampung Bumi Muroh Indah, Distrik Bomberay, Fakfak – Papua Barat. Kamis (20/11/2025). FOTO : ISTIMEWA. PAPUADALAMBERITA.COM.

Mereka juga bercita-cita, membentuk koperasi obat tradisional serta mengembangkan pelatihan pengolahan lanjutan untuk memanfaatkan limbah hasil produksi menjadi pembersih lantai dan pupuk organik sehingga memiliki nilai ekonomi dan memberikan manfaat.

Harapan besar juga tertuju pada lahirnya ikon baru bagi daerah, “Kampung Kayu Putih”. Kelompok Kerja Karya Mandiri telah menyiapkan bibit untuk dibagikan kepada masyarakat, sehingga semakin banyak warga dapat menanam kayu putih dan terlibat dalam pengembangan komoditas ini.

Di tengah perjalanan tersebut, rumah produksi terus meningkatkan kualitas, selain menghasilkan minyak kayu putih murni dengan merk ‘Cajuput Oil’, mereka juga mulai memproduksi balsem kayu putih tanpa campuran apa pun sebagai produk yang semakin diminati karena kualitas dan kemurniannya.

Melalui riset sederhana, kemasan kedua produk ini terus dikembangkan agar tampil lebih menarik dan siap bersaing di pasar yang lebih luas. Untuk memperluas jangkauan pemasaran, proses perizinan BPOM saat ini tengah dijalankan.

Langkah ini menjadi bagian penting dari upaya memperkuat kepercayaan publik terhadap produk asli Kampung BMI.  Selama ini, dukungan terbesar datang dari masyarakat sendiri, yang merasa puas dengan kualitas minyak dan balsem kayu putih yang dihasilkan. Kepercayaan tersebut menjadi energi bagi kelompok kerja untuk terus berkembang dan menghadirkan produk terbaik dari tanah mereka.

Dengan tekad, kerja keras, dan kolaborasi berbagai pihak, Kampung BMI perlahan memantapkan diri sebagai sentra kayu putih di Fakfak. Harapannya menjadi sebuah komoditas unggulan yang lahir dari desa, tumbuh bersama masyarakat, dan membawa harapan baru bagi ekonomi lokal.(rls tim ekspedisi patriot/ Editor : Enrico Letsoin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *