Papua Barat

Kapolda Kerahkan Tim Satgas Pangan Pantau Persedian Minyak Goreng di Papua Barat

261
×

Kapolda Kerahkan Tim Satgas Pangan Pantau Persedian Minyak Goreng di Papua Barat

Sebarkan artikel ini

Kapolda Papua Barat yang ditemui wartawan seusai mengiktu Rapim TNI jajaran Kodam XVIII Kasuari, Kamis (17/3/2022) di Kodam Kasuari. PAPUADALAMBERITA. FOTO: RUSTAM MADUBUN

PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI – Kepolisian Daerah Polda (Polda) Papua Barat terus mengawasi ketersediaan minyak goreng di Papua Barat, untuk tidak terjadi kelangkaan dan mencegah terjadinya penimbunan.

‘’Saya akan tinjau pasar,  saya sudah secara spesifik menyampaikan kepada Satgas Pangan untuk betul-betul mengawasi, mengawasi mulai dari produsen mengirim ke distributor di wilayah Papua Barat,’’ ujar Kapolda Papua Barat Irjen Pol Doktor Tornagogo Sihombing SIK, MSI yang ditemui wartawan di Makodam XVIII Kasuari seusai mengikuti Rapim TNI jajaran Kodam Kasuari, Kamis (17/3/2022).

Kapolda mengatakan, pengawasan itu melalui pelabuhan laut khususnya di Kota Sorong maupun di Kabupaten Manokwari.

‘’Harus kita tuntukan betul titik-titiknya,  harus betul-betul kita awasi betul-betul sampai ke distributor dan konsumen,’’ kata Irjen Pol Tornagogo.

Menurut Kapolda pengawasan itu juga telah disampaikan Kapolri kepada seluruh Kapolda di Indonesia, untuk betul- betul mengawal.

‘’Ada beberapa item yang disampaikan Bapak Kapolri dan sudah tindak lanjuti,  khususnya tidak terjadi penimbunan dan tidak jadi masalah yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan, termasuk peraturan dari Menteri Perdagangan, instruksi dari presiden harus kita ikuti, ’’ tegas orang nomor satu di Polda Papua Barat.

‘’Sejauh ini, terus terang kami sudah buat skemanya, di wilayah kita sejak ini tidak ada masalah-masalah yang belum kita lihat dari masyarakat, dan distribusi minyak goreng masih dapat dilihat, meskipun ada beberapa yang kita perlu kita tingkatkan lagi,’’ sambung Kapolda.

Kata Dia, apalagi ini menyonsong ramadan kemudian lebaran,Polda selalu berkomunikasi dengan satgas pangan pusat untuk tidak terjadi hal-hal, sejauh ini Papua Barat masih bisa dikendalikan.

‘’Untuk masyarakat kita ini perharinya 13 ribuan liter, dan itu masih bisa tercover meskipun kita lihat perkembangan di ramadan nanti ada penambahan atau tidak kita akan komunikasi ke produsen.

Lanjut Kapolda, bahwa ada dua produsen yang mengirim ke Papua Barat yaitu dari Jakarta dan Surabaya stok yang dikirim untuk Papua Barat masyarakat masih bisa menerima.

‘’Namun, kami menjaga ini jangan sampai ada kekurangan, dan kami akan komunikasikan bila ada kekurangan sehingga produsen dapat mengetahui ini,’’  sebut Kapolda.

Ilustrasi gambar minyak goreng. PAPUADALAMBERITA. FOTO: RUSTAM MADUBUN

Kata Kapolda yang terpenting adalah adalah tidak ada penimbunan, tidak adanya pelanggaran hukum yang dilakukan distributor,  atau ada pihak tertentu.

‘’Kami akan tegas, tentu perundang-undangan sudah ada, kami akan tegas dengan undang-undang pangan dan undang-undang yang lain yang bisa menjerat para pelakunya, tetapi sejauh ini kami belum menemukan itu,’’ tegas Kapolda.

Tambah Kapolda,  kalau tingkat daerah ada Satgas pangan daerah dari provinsi.

Dari krimsus kami juga, begitu juga di tingkat Polres, Kapolres dalam hal ini bersama Kasat Serse juga dan stakeholder  terkait dari dinas pendustrian ikut serta mengawasi.

‘’Kemarin kita sudah mengadakan vicon pada jajaran untuk untuk betelul  menyikapi arahan ini,’’ tambah Kapolda.(tam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *