PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI – Kapolresta Manokwari Kombes Pol. Ongky Isgunawan, S.I.K. mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama di tengah kondisi kemarau dan potensi fenomena El Nino. Pembakaran lahan dinilai berisiko memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kapolresta mengatakan, masyarakat yang hendak membuka lahan diminta menggunakan cara manual dan tidak memanfaatkan api.
”Kami mengimbau masyarakat yang hendak membuka lahan agar tidak menggunakan api. Gunakan alat-alat pemotong atau babat rumput secara manual,” kata Kapolresta.
‘’Jika kami menemukan indikasi kesengajaan membakar lahan di lapangan, kami tidak ragu melakukan tindakan tegas sesuai sanksi hukum yang berlaku,” kata Kapolres kepada wartawan.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul adanya keluhan masyarakat dan nelayan mengenai kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah daratan dan perairan Manokwari.
Menurut Ongky, berdasarkan pemantauan melalui aplikasi deteksi titik panas (hotspot) pemerintah pusat, belum ditemukan titik api di wilayah Manokwari.
Kabut asap yang terlihat diduga berasal dari wilayah lain yang mengalami kebakaran lahan.
”Secara sistem pemantauan, di Kabupaten Manokwari belum terdeteksi adanya titik api.
Kabut asap yang ada kemungkinan merupakan kiriman dari kabupaten tetangga yang sempat mengalami kebakaran lahan,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi gangguan jarak pandang di perairan, Polairud Polresta Manokwari telah dikerahkan untuk memberikan imbauan keselamatan kepada nelayan dan pengguna transportasi laut.
Polisi meminta nelayan menyalakan lampu navigasi atau lampu tanda kapal saat berlayar.
Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan visibilitas kapal dan mengurangi risiko kecelakaan akibat terbatasnya jarak pandang.(rustam madubun)













