Papua Barat

Karang Taruna Prafi Diajak Gali Potensi Ekonomi Lokal

175
×

Karang Taruna Prafi Diajak Gali Potensi Ekonomi Lokal

Sebarkan artikel ini

PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI – Ketiadaan kawasan wisata bukan berarti suatu wilayah tidak memiliki peluang ekonomi.

Potensi pertanian, peternakan, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta keterampilan masyarakat dapat menjadi sumber pengembangan usaha lokal.

Hal itu menjadi salah satu pembahasan dalam pendampingan Karang Taruna oleh Tim Ekspedisi Patriot SASANA pada 12–13 Oktober 2026 di Gedung Serbaguna SP 1, Kawasan Transmigrasi Prafi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat.

Kegiatan tersebut diikuti 16 pengurus Karang Taruna dari SP 1, SP 2, SP 3, dan SP 4.

Peserta mendapat materi tentang pemetaan potensi kawasan, tata kelola organisasi, penyusunan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART), serta penyusunan rencana anggaran biaya (RAB) sederhana.

Dalam diskusi, perwakilan Karang Taruna SP 3 mempertanyakan cara mengidentifikasi potensi ekonomi di wilayah yang tidak memiliki kawasan wisata.

Pertanyaan itu menjadi pintu masuk untuk membahas pentingnya mengenali karakteristik wilayah.

Potensi ekonomi dapat ditelusuri melalui aktivitas masyarakat, hasil pertanian dan peternakan, produk UMKM, keterampilan warga, hingga kebutuhan pasar.

Pemilihan peluang usaha juga perlu mempertimbangkan ketersediaan sumber daya, peluang pengembangan, dan keberlanjutan usaha.

Dengan demikian, program yang disusun tidak sekadar meniru keberhasilan daerah lain, tetapi sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Pada hari kedua, Kepala Bappeda Kabupaten Manokwari Rishard Hanny Alfons menyampaikan materi tentang penguatan partisipasi pemuda dan penyusunan program kerja Karang Taruna.

Melalui pendampingan ini, Tim Ekspedisi Patriot SASANA berharap pengurus Karang Taruna mampu menerjemahkan potensi lokal menjadi program ekonomi yang terarah.

Upaya tersebut diharapkan membuka peluang usaha, mendorong keterlibatan pemuda dalam kegiatan produktif, dan mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kawasan Transmigrasi Prafi.(rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *