Papua Barat

Karhutla di Bomberay, Fasilitas Publik dan Mapolsek Sempat Terancam

295
×

Karhutla di Bomberay, Fasilitas Publik dan Mapolsek Sempat Terancam

Sebarkan artikel ini
Karhutla di Distrik Bomberay - Fakfak
Kebakaran Hutan dan Lahan di Distrik Bombetay. Jumat (21/08/2026). FOTO : ISTIMEWA. PAPUADALAMBERITA.COM.

PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK – Kebakaran  Hutan dan Lahan (Karhutla) kembali melanda wilayah Distrik Bomberay, Kabupaten Fakfak, pada Jumat (21/8/2026) siang. Musim kemarau panjang, angin kencang, serta kondisi tanah gambut yang kering membuat kobaran api meluas dengan cepat dan sempat mendekati area perkantoran serta pemukiman warga.

​Peristiwa ini bermula sekitar pukul 11.25 WIT dari sisa titik api kecil bekas kebakaran hari sebelumnya di belakang sekretariat KPU Distrik Bomberay. Suhu udara yang terik dan embusan angin kencang pada pukul 12.15 WIT menerbangkan serpihan bara api sejauh kurang lebih100 meter ke area hutan rawa sagu kering di samping Mapolsek Bomberay.

​Api menyebar cepat hingga berjarak hanya kuang lebih 20 meter dari Mapolsek Bomberay, memutus ruas jalan, serta membakar semak belukar di sekitar halaman Kantor KUA, Kantor BPKD Bomberay, hingga area rumah kopel penyuluh. Demikian disampaikan Kapolsek Bomberay, Iptu Aldin La Adi, S.H., kepada media ini melalui kontak WhatsAap, (Sabtu 22/08/2026). MenurutKapolsek Iptu Aldin La Adi, S.H., ​Upaya pemadaman dilakukan secara intensif sejak pukul 13.45 WIT oleh personel gabungan dari Polsek Bomberay, bersama unit tangki Yonif  TP-808/MM,  Damkar BPBD, Tim Masyarakat Peduli Api (MPA), bantuan unit tangki CPO PT. RSP, serta warga sekitar.

​Meskipun cuaca panas dan bara api yang berterbangan sempat menyulitkan petugas memadamkan spot-spot baru, kobaran api di sekitar Asrama Polsek Bomberay akhirnya berhasil diatasi penuh pada pukul 19.20 WIT, ujar Kapolsek Bomberay.

Petugas Berupaya Memandakam Api Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan Yang Terjadi di Distrik Bomberay. Jumat (21/08/2026). FOTO : ENRICO. PAPUADALAMBERITA.COM.

​”Kebakaran di sekitar Mapolsek dan fasilitas umum berhasil dipadamkan sepenuhnya. Dipastikan tidak ada korban jiwa maupun kerugian materiil dalam peristiwa ini, dan situasi saat ini telah aman kondusif,” ujar Iptu Aldin La Adi.

​Dikatakan, Petugas di lapangan menghadapi tantangan berat akibat karakteristik lahan gambut yang menyimpan api di bawah permukaan, minimnya ketersediaan debit air di wilayah Bomberay, serta terbatasnya akses kendaraan pemadam menuju titik api yang jauh dari jalan utama.

​Sebagai langkah antisipasi berlanjutnya Karhutla selama musim kemarau, pihak kepolisian mengusulkan langkah penanganan alternatif berupa pembuatan sekat bakar (firebreak) menggunakan alat berat. Penggusuran semak belukar kering dan hutan akasia di sekitar objek vital (SPBU, perkantoran, dan pemukiman) dinilai efisien untuk memutus lintasan api, ungkapnya.

​Kapolsek Bomberay juga mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan maupun membuka lahan dengan cara dibakar tanpa pengawasan. Petugas gabungan hingga kini masih bersiaga di lapangan guna memantau dan memutakhirkan perkembangan titik api.

Diketahui, Kebakaran hutan dan lahan di Distrik Bomberay dan Tomage, Kabupaten Fakfak, telah terjadi secara berulang dan meluas sejak bulan Juni 2026, dengan intensitas penanganan intensif yang terus berlanjut hingga kini akibat sisa bara di lahan gambut dan cuaca panas.

Bencana karhutla di wilayah Distrik Bomberay dan Tomage, Fakfak – Papua Barat ini tercatat mulai terjadi berulang secara signifikan sejak awal Juni 2026.  Titik api baru terus bermunculan kembali secara beruntun pada Juli hingga Agustus 2026, termasuk di Kampung Mekarsari, Bumi Muroh Indah (SP6), dan Onim Jaya.Karakteristik tanah gambut yang menyimpan bara di dalam, angin kencang, serta kekeringan sumber air di sekitar lokasi membuat api sering menyala kembali.(Enrico)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *