Papua Barat

Karhutla Terjang Bomberay, Sebagian Bangunan Rumah Guru dan Kantin SD Negeri Terbakar

270
×

Karhutla Terjang Bomberay, Sebagian Bangunan Rumah Guru dan Kantin SD Negeri Terbakar

Sebarkan artikel ini
Bomberay - Fakfak
Kebakaran Hutan dan Lahan Yang Terjadi di Bomberay Hingga Membakar Sebagain Rumah Guru dan Kantin SD Begeri SP 6 Bomberay, Fakfak - Papua Barat. Kamis (06/08/2026). FOTO : ISTIMEWA. PAPUADALAMBERITA.COM.

​PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK – Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kembali menerjang Kampung Bumi Moro Indah (SP 6), Distrik Bomberay, Kabupaten Fakfak, pada Kamis (6/8/2026). Musibah ini dipicu oleh cuaca panas ekstrem serta tiupan angin kencang yang membuat api menyebar cepat dan melahap lahan gambut kering di kawasan tersebut.

​Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 11.00 WIT ini sempat mendekati area pemukiman warga dan melahap sejumlah fasilitas pendidikan.

​”Akibat kebakaran tersebut, sebagian bangunan lama yang dijadikan rumah guru dan sebagian bangunan sekolah yang difungsikan sebagai kantin di SD Negeri SP 6 Bomberay terbakar,” ungkap Kapolsek Bomberay, Iptu Aldin La Ady, S.H., saat dikonfirmasi via WhatsApp pada Jumat (7/8/2026).

Menurut Kapolsek, selain melahap fasilitas publik, pergerakan titik api (hotspot) baru juga sempat mengancam area Asrama Koramil Bomberay. ​Merespons kondisi darurat tersebut, personel Polsek Bomberay bersama Koramil, Kepala Distrik Bomberay, dan masyarakat setempat langsung bergerak cepat memadamkan api secara manual. Dengan bantuan tiga unit mobil pickup penyuplai air milik warga dan peralatan seadanya, kobaran api di sekitar asrama Koramil berhasil dikendalikan.

​Upaya pemadaman semakin optimal setelah bantuan ​1 unit mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) dari Batalyon TP 808/MM, ​2 unit mobil tangki air dari PT RSP tiba di lokasi,

​Kedatangan armada penyiram air ini berhasil mengisolasi pergerakan api sehingga tidak meluas ke area pemukiman padat penduduk. Api secara keseluruhan berhasil dipadamkan sekitar pukul 20.00 WIT.

​Mengingat struktur lahan gambut kering yang rentan memicu api susulan, tim gabungan terus melakukan sterilisasi, penyiraman sisa abu pembakaran, serta proses pendinginan (cooling down) di lokasi kejadian.

​Hingga berita ini diturunkan, personel TNI, Polri, dan warga masih bersiaga di lapangan guna mengantisipasi kemunculan titik api baru. Aparat Polsek bersama Koramil Bomberay turut mengimbau seluruh masyarakat di Distrik Bomberay dan Distrik Tomage untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau.  Warga dilarang keras membuka lahan dengan cara dibakar serta diminta untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan.(Enrico)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *