PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK – Komandan Kodim (Dandim) 1803/Fakfak Letkol Inf Wahlin Rahman, S.Pd., menyampaikan arahannya yang sangat tegas dan menggugah dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Distrik Bombeeray, yang berlangsung di Balai Kampung Onim Sari (SP 3) Bomberay, Fakfak – Papua Barat, Rabu (25/02/2026).
Dalam penyampaiannya, Dandim menekankan pentingnya sinergi mutlak antara seluruh lapisan pemerintahan, mulai dari tingkat kampung hingga kabupaten, untuk menyukseskan visi dan misi Bupati serta Wakil Bupati Fakfak.
Dandim mengawali arahannya dengan memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi kepala daerah yang menurutnya telah bekerja tanpa lelah demi masyarakat. Orang nomor satu di Kodim 1803/Fakfak itu, menegaskan bahwa pola pembangunan harus bersifat bottom-up (dari bawah ke atas), di mana peran Kepala Kampung menjadi ujung tombak yang sangat strategis.
”Saya minta Kepala Kampung dukung betul 100 persen. Jangan main-main dengan visi-misi Bupati dan Wakil Bupati Fakfak. Tugas Bupati dan Wakil Bupati itu berat dan beliau berdua tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan penuh dari bawah,” tegas Dandim di hadapan para peserta Musrenbang.
Dengan nada bicara yang lugas, Dandim memberikan peringatan keras kepada para Kepala Kampung terkait pengelolaan dana Kampung. Dia mengingatkan agar tidak ada penyalahgunaan anggaran yang berujung pada jeratan hukum.
”Jangan pernah menyalahgunakan anggaran sebelum masuk sel. Jangan sampai sudah terancam baru merengek di kaki pimpinan. Kami (TNI, Polri, dan Kejaksaan) kompak. Jika ada bukti otentik, saya sendiri yang akan minta Kapolres tangkap dan Kajari periksa. Tidak ada lagi istilah “kompromi,” tambahnya.
Salah satu poin utama yang disoroti adalah budaya aksi pemalangan yang kerap menghambat proyek pembangunan di Fakfak. Dandim menyatakan siap berada di garda terdepan untuk memastikan tidak ada lagi aksi yang merugikan kepentingan umum tersebut.
Karena itu Dandim Letkol Inf Wahlin Rahman, mengajak seluruh elemen, termasuk kepala Kampung, dan tokoh adat, untuk membuka diri demi kemajuan masa depan anak cucu di daerah ini.
”Kabupaten Fakfak ini usianya sudah 125 tahun, tapi kita seolah jalan di tempat. Sekarang ada keinginan perubahan, jangan lagi dihalangi dengan aksi palang-palang. Pikirkan masa depan anak kita, jangan hanya memikirkan ego masing-masing,” ujarnya.
Dandim juga menyentuh aspek profesionalisme dalam menjalankan roda pemerintahan dan organisasi. Dia memperingatkan agar urusan dinas tidak dicampuradukkan dengan kepentingan kekeluargaan. Menurutnya, sistem kekeluargaan yang dipaksakan masuk ke dalam organisasi hanya akan membawa kehancuran.
”Jika membawa organisasi ke dalam kekeluargaan, hancur organisasi itu. Sedikit-sedikit ipar, cucu mantu, padahal sudah salah. Saya tidak akan membela, sekalipun itu keluarga istri saya sendiri. Jika salah, tetap salah,” tegasnya lagi.
Diakhir arahannya di bulan suci Ramadhan ini, Dandim mengajak semua pihak untuk bekerja dengan jujur dan tulus demi kesejahteraan masyarakat Fakfak. Letkol Inf Wahlin Rahman berharap seluruh OPD (Organisasi Perangkat Daerah) selalu responsif terhadap keluhan masyarakat, namun tetap menjaga integritas dengan menjauhi praktik korupsi.(Enrico Letsoin)













