PAPUADALAMBERITA. VIDEO: humas posko sar bintuni
Parsidi Tonoi dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Teluk Bintuni untuk pemulihan kondisi fisik karena lemah setelah hilang tiga hari. PAPUADALAMBERITA. FOTO: humas posko SAR teluk bintuni.
PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI – Orang tua mana yang tidak bersukur kembalinya si anak yang “hilang” sejak Kamis (6/8/2020) setelah tidak ada kabar karena mencari jejak.
Dewi fortuna masih memihak kepada Parsidi Tonoi, yang baru menanjak dewasa (19 tahun) itu dilaporkan hilang di sekitar Kampung Mansina Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat akhirnya ditemukan.
Kelelahan dan rasa capeknya Tim SAR gabungan, Basarnas Pos Pencarian dan Pertolongan Teluk Bintuni, Polairud Polres Teluk Bintuni, masyarakat dan keluarga yang kerja kerasa selama tiga hari sejak Jumat (7/8/2020) mencari jejak si anak hilang terbayar sudah, setelah Parsidi Tanoi ditemukan dalam keadaan selamat di hutan belakang Kampung Masina, Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat, pada Ahad (9/8/2020) sekitar pukul 09.30 WIT.
Parsidi ditemukan tidak jauh dari lokasi hilang dalam keadaan selamat walaupun sedikit lemas dan luka lecet pada bagian kaki.
Tim SAR gabungan yang melakukan pencarian yang tidak jauh dari lokasi penemuan, bersama masyarakat melakukan evakuasi ke rumah korban menyusuri sungai dengan long boat warga dan perahu karet Basarnas.
Kondisi si anak hilang tiba-tiba lemas dan pingsan setelah tiba di rumahnya, Ia kemudian dievakuasi dengan kendaraan Basarnas ke Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Teluk Bintuni perawatan dan pemulihan kondisinya.
Dalam pencarian korban banyak melibatkan unsur perahu, speed boat milik Polairud Polres Teluk Bintuni.
Informasi yang didapat dari salah satu tim yang sempat menanyakan keterangan langsung kepada korban bahwa pada sekitar pukul empat sore, korban dan orang tua pergi memancing di muara Arwandoro, hutan Kampung Mansina.
Korban lalu melihat jejak rusa mengarah ke hutan kemudian mengejarnya, namun hingga malam hari Ia tidak kembali, sehingga keluarga kembali meminta bantuan.
Parsidi mengatakan bahwa pada saat ingin Kembali dirinya tersesat bahkan hingga hari kedua korban sampai ke muara Siberai.
Parsidi Tonoi saat dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Teluk Bintuni untuk pemulihan kondisi fisik karena lemah setelah hilang tiga hari. PAPUADALAMBERITA. FOTO: humas posko SAR bintuni.
Karena banyak buaya ia Kembali kedalam hutan dan berjalan terus hingga hari ketiga berhasil tiba di titik awal hilangnya korban.
’’Selama tiga hari saya terus jalan dan bertahan hidup dengan minum air dari tanaman’’ ungkap korban seperti diceritakan salah satu ntim pencari korban.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Manokwari, George L Mercy Randang, SIP, MAP membenarkan kejadian tersebut dan berterimakasih kepada seluruh tim sar gabungan juga keluarga korban yang turut membantu proses pencarian dari hari pertama hingga hari ketiga korban ditemukan dengan selamat.
”Puji syukur kepada Tuhan korban ditemukan selamat, terimakasih seluruh unsur yang telah membantu pencarian dan kami menghimbau kepada masyarakat khususnya yang ingin melakukan kegiatan dihutan,muara sungai juga dilaut agar lebih berhati-hati dan memperhatikan resiko jika tidak memungkinkan jangan memaksakan diri,’’ Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Manokwari.
Dengan ditemukannya korban,maka operasi pencarian ditutup dan unsur gabungan dikembalikan kesatuan masing-masing.(tam)













