Papua Barat

Ketua DPRK Fakfak Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 di Halaman Kantor Bupati

205
×

Ketua DPRK Fakfak Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 di Halaman Kantor Bupati

Sebarkan artikel ini
Ketua DPRK Fakfak
Ketua DPR Kabupaten Fakfak, Amir Rumbouw, S.T., Selaku Inspektur Upacara Upacara Hari Lahir Pancasila 2026. Senin (01/06/2026). FOTO : ISTIMEWA. PAPUADALAMBERITA.COM.

PAPUADALAMBERITA.COM. ​FAKFAK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Fakfak menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada tanggal 1 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dilaksanakan di halaman Kantor Bupati Fakfak.

​Bertindak sebagai inspektur upacara, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Fakfak, Amir Rumbouw, S.T.. dengan Komandan Upacara Arifin Buatan. Upacara ini dihadiri oleh perwakilan Forkopimda, berbagai elemen masyarakat, mulai dari para pelajar, mahasiswa, TNI – Polri hingga Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Fakfak yang tampak memenuhi lapangan dengan penuh semangat kebangsaan.

​Dalam upacara tersebut, Ketua DPRK Fakfak Amir Rumbouw, membacakan amanat tertulis dari Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia. Dalam pidatonya, Kepala BPIP menekankan bahwa peringatan tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”.  Tema tersebut menjadi penegas bahwa nilai-nilai Pancasila tidak hanya menjaga keutuhan Indonesia, tetapi juga menjadi jangkar moral di tengah turbulensi global.

Suasana Pelaksanaan Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Yang Berlangsung di Halaman Kantor Bupati Fakfak. Senin (01/06/2026). FOTO : ISTIMEWA. PAPUADALAMBERITA.COM.

​”Dunia saat ini diwarnai ketidakpastian, namun Indonesia tetap kokoh berdiri sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman etnik dan belasan ribu pulau dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan. Pancasila adalah bintang penuntun kita,” ujar Amir Rumbouw saat membacakan petikan pidato Kepala BPIP.

​Melalui sambutan tersebut, Kepala BPIP juga menitipkan pesan penting kepada para kepala daerah agar memastikan setiap kebijakan publik yang dilahirkan selalu berlandaskan keadilan sosial. Kebijakan harus menjamin hak-hak masyarakat terkecil dan tidak boleh ada rakyat yang merasa ditinggalkan.

​Selain itu, generasi muda Fakfak juga diajak untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology). Nilai-nilai luhur Pancasila tidak boleh sekadar menjadi hiasan dinding kantor atau teks mati di buku sejarah, melainkan harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari demi melawan intoleransi dan radikalisme.

​Upacara berjalan dengan lancar dan tertib, ditutup dengan doa bersama untuk kemajuan, kedamaian, dan kejayaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.(Enrico)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *