PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI – Panitia Pelaksana Pesparawi Nasional Ke-XIV memastikan seluruh biaya transportasi bagi kelompok orkestra nasional yang terlibat sebagai pengisi acara pembukaan telah diselesaikan. Panitia kini akan mengkaji aspirasi tambahan yang disampaikan para perwakilan kelompok seni di luar hak transportasi yang telah diberikan.
Ketua Harian Panitia Pesparawi Nasional Ke-XIV tahun 2026 Yacob Fonataba didampingi Sekretaris Umum Panitia Pesparawi Nasional Ke-XIV, Lukas dan Koordinator Seksi Acara Khusus Orkestra Nasional, Welem Yomaki, menjelaskan, pertemuan dengan sekitar 50 anggota orkestra di Kantor LPPD Papua Barat, Jalan Trikora, Manokwari, Selasa (30/6/2026), bertujuan memberikan penjelasan sekaligus mendengarkan aspirasi para peserta.

Menurut Yacob, seluruh anggota orkestra berada dalam satu koordinasi sehingga panitia sejak awal telah memfasilitasi kebutuhan transportasi mereka selama mengikuti latihan hingga pelaksanaan Pesparawi Nasional.
“Sebanyak 50 adik-adik ini kami fasilitasi sebagai pengisi acara pembukaan. Panitia menyiapkan biaya transportasi pulang-pergi sesuai jadwal latihan yang telah mereka jalani,” kata Welem kepada wartawan.
Ia menjelaskan, pembayaran transportasi diberikan berdasarkan intensitas latihan yang berlangsung sebanyak 12 kali pada Mei dan 12 kali pada Juni menjelang pelaksanaan Pesparawi Nasional XIV.
Yacon menegaskan, informasi yang sempat beredar mengenai hak peserta yang belum dipenuhi panitia tidak sepenuhnya benar.
Menurutnya, khusus untuk biaya transportasi seluruh kewajiban panitia telah dituntaskan.
“Untuk transportasi, kami sudah melunasi seluruh hak mereka sesuai jadwal latihan,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, lanjut Fonataba, para peserta tidak lagi mempersoalkan pembayaran transportasi, melainkan menyampaikan usulan agar panitia mempertimbangkan bentuk dukungan lain di luar fasilitas transportasi.
Selain itu, panitia juga baru mengetahui bahwa para pemain orkestra berasal dari enam sanggar seni yang berbeda di Manokwari.
Karena itu, mereka berharap keberadaan dan identitas masing-masing sanggar dapat memperoleh pengakuan dalam pelaksanaan Pesparawi Nasional XIV.
Aspirasi tersebut, kata Yacob, menjadi masukan yang akan dipelajari panitia dengan mempertimbangkan kemampuan anggaran dan ketentuan yang berlaku.
“Kami tentu menghargai masukan dari adik-adik. Namun, panitia juga harus mencermati kondisi yang ada. Jangan sampai kami menyetujui sesuatu yang berada di luar kemampuan panitia. Karena itu, usulan tersebut akan kami kaji terlebih dahulu,” katanya.
Panitia berharap komunikasi yang telah dilakukan dapat meluruskan informasi yang berkembang sekaligus menjaga kerja sama seluruh pihak dalam menyukseskan pelaksanaan Pesparawi Nasional Ke-XIV di Papua Barat.(rustam madubun)













