Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantias, SE, MTr (Han) saat memberikan pengarahan kepada prajurit Kodim 1801 Manokwari, Rabu (7/10/2020). PAPUADALAMBERITA. FOTO: rustam madubun... Mayjen Cantiasa Ajak Prajurit Kodim Manokwari Teladani Semangat Pahlawan Asli Papua

Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantias, SE, MTr (Han) saat memberikan pengarahan kepada prajurit Kodim 1801 Manokwari, Rabu (7/10/2020). PAPUADALAMBERITA. FOTO: rustam madubun

PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI –  Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XVIII/Kasuari, Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, SE, MTr (Han) melakukan kunjungan kerja pertama ke Kodim 1801 Manokwari, Rabu (7/10/2020).

Baca juga : Pangdam XVIII/Kasuari Disambut Tarian Khas Papua Prajurit Kodim 1801

Kunjungan itu didampingi Ketua Persit KCK PD XVIII/Kasuari serta pejabat utama Kodam XVIII/Kasuari  dalam rangka silaturrahmi dan tatap muka dengan prajurit TNI Kodim 1801 Manokwari.

Mengawali kunjungan, Pangdam I Nyoman Cantiasa berpesan kepada prajuritnya senantiasa menjaga kesehatan prajurit dan keluarga.

‘’Kesehatan itu mahal,  orang boleh punya uang, orang boleh punya segalanya, tetapi kalau dia sudah sakit selesai sudah, untuk itu mari kita selalu bersyukur kita diberikan kesehatan sehingga kita bisa melaksanakan pengabdian di TNI Angkatan Darat (AD),’’ Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa.

Pada kesempatan itu Pangdam asli Bali ini sekilas menceritakan pengalaman pribadinya bagaimana Ia hingga kini Ia menjadi perwira tinggi di TNI, Ia juga mengajaka prajurit Kodim 1801 Manokwari untuk menteladani semangat patriot Pahlawan asal Papua seperti Marthen Indei, Frans Kaisiepo Silas Papare dan Palawan Papua lainya melawan penjajah untuk keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantias, SE, MTr (Han) bersama Ketua Persit KCK DPD XVIII/Kasuari Ny Ade I Nyoman Cantiasa memberi salam pada prajurit Kodim 1801 Manokwari, Rabu (7/10/2020). PAPUADALAMBERITA. FOTO: rustam madubun

‘’Kalian prajurit-prajurit  terbaik, saya bisa lihat saat saya masuk tadi ada pancaran baik, pengalaman tugas saya cukup banyak,  sudah Eropa ke Amerika, Hawai, Singapura dan Australi dan dan saya ketemu dengan prajurit-prajurit luar negeri, di Indonesia saya banyak ketemu prajurit Kostrad, Kopassus di Kodam dan saya juga ketemu taruna-taruni pengasuh, tugas operasi di Ambon, Aceh di Timtim di Papua saya menjabat Kasdam Papua,’’ terang Pangdam.

Pangdam mengatakan  wilayah Papua begitu luas, tiga kali pulau Jawa,  kalau kunjungan kerja di papua semuanya naik pesawat, berbeda dengan di Jawa kunjungan naik mobil.

‘’Saya sama seperti kamu, saya ini lahir di kampung,  di Bali sana di bawah pohon bambu,  jalan kaki naik ojek naik, habis itu baru naik oplet ke baru ke Denpasar,’’ tutur Pangda.

Pangdam mengatakan sewaktu Ia mendaftar sebagai masuk tentara Ajendam itu jauh, Ia tinggal di Denpasar harus mendaftar ke Ajendam yang berlokasi di Buleleng lagi pula Ia tidak ada keluarga,  tinggal di rumah orang baru tes.

Ketua Persit KCK PD XVIII/Kasuari memberikan bantuan timbangan untuk Kodim 1801 Manokwari yang diterima oleh Ketua KCK Kodim 1801 Manokwari Ny Airlangga. PAPUADALAMBERITA. FOTO: rustam madubun

‘’Sama dengan di Kodam sini naik kapal dari Bintuni dan lain-lain, itulah perjuangan dan kita tidak tahu kedepan itu mau jadi apa. Saya pikir kalau dulu saya sipil tidak mungkin saya jadi Jenderal,  bapak saya seorang guru SMA,  gajinya pas-pasan,  tetapi karena kita bekerja, berjuang masuk tentara terus belajar ikut ujian, tes lulus ,’’ kenang Pangdam yang pada saat tes lari paling kencang,’’ cerita I Nyoman.

Mayjen Cantias mengatakan, sebagai prajurit TNI harus selalu sehat,  tentara Kodam Kasuari tidak boleh sakit kalau jadi tentara dinas di Kodim tidak boleh sakit caranya bagaimana ya diatus.

Yang kedua kita ini satuan teritorial kita adalah ujung tombaknya  dari Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat, tugas kita adalah membina teritorial wilayah.  Negara maju ada  tiga yaitu satu Sumber Daya Manusianya (SDM) kedua infrastruktur yang ketiga regulasi atau aturan.

‘’Nah saat ini kita terus meningkatkan SDM prajurit, tadi saya dengar paparan dari Pasi-pasi bagaimana kita sedang mengisi personil-personil di Kodim, Koramil, kenapa kalian ada prabinsa karena kita kekurangan prajurit,  di Jawa Kupang, Bali juga kurang kalau dibawa ke sini kurang  juga,  sehingga kita buat terobosan-terobosan disini ,’’ jelas Nyoman.

Pangdam melanjutkan, bahwa bersukur bahwa Pangdam sebelumnya membuat terobosoan dengann membuat rekrutmen 1. 000 Bintara otonomi khusus,  ini sedang menyiapkan untuk segera masuk jadi tentara,  sehingga dengan adanya bintara baru ruang – ruang kosong di jajaran ini terpenuhi, sehingga satgaster kembali.

‘’Masyarakat di Papua ini sedrhana, kalian harus mendapinggi, mengawasi mereka,  edukasi, adek adek kita yang SD, SMP, SMA berikan wawasan kebangsaan, kita ini sudha merdeka, pahlawan kita dari Papua ini sudah banyak yang berkorban.

Pangdam mengajak nprajurit melihat salah satu contoh di gambar pada Uang RI ada gambar Frans Kaisiepo dari dari Papua, Ia berjuang, berperang melawan penjajah,  kita dijajah 300 tahun Terus bagaimana mengusir penjajah dan sudah merdeka.

Salam Komando Pangdam XVIII/Kasuari kepada regu jaga kesatria Kodim 1801 Manokwari pada kunjungan, Rabu (7/10/2020). PAPUADALAMBERITA. rustam madubun

‘’Tugas kita sekarang adalah membangun, sampaikan pada masyarakat tugas kita membangun Tanah Papua,  saya datang ke tanah Papua jadi Panglima saya dikasih waktu kontrak kerja dari KASAD,  kembali tadi pendahulu, pahlawan kita sudah mengorbankan tenaga jiwa raga dan darah di tanah Papua ini, kalau dikala sekarang generasi penerusnya berkelahi, berkonflik sesama anak bangsa, menagis mereka Pak Frans Kaisiepo,  Marthen Indey,  Silas Papare Yohanes Dimara itu orang-orang hebat,  nah kita generasi di tanah Papua ini,’’ tuturnya.

Pangdam meyakini  Papua ini akan maju,  Saya lahir di Bali jadi orang Bali,  kamu lahir di sini ya kamu jadi orang Papua,  kemudian karena Bapak saya hindu ya saya orang hindu,  sekarang tidak usah bicara begitu lagi agamamu apa, sukumu apa, kulitmu apa,  itu sudah final tidak bisa dirubah-rubah.

‘’Jadi jangan perbedaan ini jadikan konflik,  kamu sosialisasikan sebagai Babinsa bagaimana adik-adik kita semua harus membangun, mereka harus belajar,  mereka harus bekerja,  mereka harus cari uang kenapa untuk masa depan mereka,’’ tegas Pangdam sembari mengajak prajurit Kodim 1801 Manokwari untuk selalu bersukur atas penghasilan yang diperoleh.(tam)

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *