PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK – Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, secara resmi membuka kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Distrik Bomberay, yang berllangsung di balai Kampung Onim Sari (SP 3) Bomberay, Rabu (25/02/2026).
Dalam arahannya, Bupati menegaskan bahwa arah pembangunan Kabupaten Fakfak tahun 2025, menitikberatkan pada pembangunan manusia melalui penguatan sektor kesehatan dan pendidikan.
Dihadapan aparat Kampung, para Kepala OPD yang hadir dalam forum tersebut, Bupati Samaun Dahlan yang didampingi Wakil Bupati Donatus Nimbitkendik, Dandim 803/Fakfak, Letkol Inf. Wah;in Ramhan dan Kepala Bappeda dan Litbang Fakfak Abdul Razak I Rengen, menyampaikan bahwa Musrenbang merupakan ruang strategis bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi.
Orang nomor satu di Kabupaten berjulukan Kota Pala, yang akrab disapa SD mengingatkan agar usulan yang lahir dari tingkat kampung tidak sekadar menjadi “daftar keinginan” pribadi, melainkan harus menyentuh kepentingan masyarakat luas.
Bupati Samaun Dahlan, menggarisbawahi bahwa kunci kemajuan daerah terletak pada kualitas sumber daya manusianya (SDM). Oleh karena itu, lanjut dia, Pemerintah Kabupaten Fakfak berkomitmen menjamin layanan kesehatan gratis bagi seluruh lapisan masyarakat.
Bupati Fakfak Samaun Dahlan, Bersama Wakil Bupati Donatus Nimbitkendik, Dandim 1803/Fakfak Letkol Inf Wahlin Rahman, Pimpinan dan Anggota DPRK Fakfak, Kepala Bappeda dan Litbang, Kadistrik Bomberay, Kapolsek Bomberay dan Para Kepala OPD, Dalam Forum Musrenbang di Distrik Bomberay. Rabu (25/02/2026). FOTO : ENRICO. PAPUADALAMBERITA.COM.
”Pemerintah telah menjalankan program pengobatan gratis, mulai dari rawat inap hingga tindakan operasi. Khusus ibu hamil, saya tegaskan jika ada indikasi medis yang memerlukan operasi persalinan, segera rujuk ke rumah sakit. Semuanya gratis. Jangan ada lagi nyawa yang terancam karena kendala biaya,” tegas Bupati Samaun.
Selain kesehatan, di sektor pendidikan, Pemkab Fakfak memastikan bantuan seragam sekolah tetap berjalan serta pemberian subsidi SPP bagi sekolah swasta agar tidak ada lagi anak di Fakfak yang putus sekolah.
Tak hanya fokus pada SDM, pemenuhan kebutuhan dasar berupa listrik dan air bersih juga menjadi perhatian serius. Bupati mengungkapkan optimisme bahwa pada tahun 2026, seluruh wilayah Fakfak akan menikmati listrik 24 jam penuh.
”Kita mendapat dukungan pembangunan PLTS di beberapa kampung. Untuk masyarakat yang belum memiliki sambungan, biaya pemasangan meteran dan instalasi awal akan ditanggung pemerintah. Kita ingin Fakfak terang benderang,” tambahnya.
Terkait air bersih, Samaun Dahlan kembali menegaskan bahwa Pemerintah Daerah Fakfak menggandeng Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk mengembangkan teknologi sumur bor yang sesuai dengan kondisi geografis Fakfak guna mengatasi tantangan kekeringan di beberapa titik.
Menutup arahannya, Bupati Samaun Dahlan mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari tokoh adat, agama, hingga pemuda di Distrik Bomberay, untuk bekerja sama dan mengawal hasil Musrenbang agar pembangunan dapat dirasakan secara merata dan berkeadilan.(Enrico Letsoin)













