Papua Barat

Operasi Hari Kedua Pencarian Presenter TVRI Papua Barat, Tim SAR Gunakan Drone Thermal

674
×

Operasi Hari Kedua Pencarian Presenter TVRI Papua Barat, Tim SAR Gunakan Drone Thermal

Sebarkan artikel ini
Tim SAR Gabungan melakukan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Air Terjun Memti, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat, pada Minggu (19/7/2026), dalam operasi hari kedua pencarian presenter TVRI Papua Barat, Yanto Idorway, yang diduga terjatuh dan terseret arus sungai. FOTO: HUMAS SAR

“Flight kedua ini, kami terbang lebih tinggi guna memperluas jangkauan terbang drone,”

PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI-Tim SAR Gabungan mengintensifkan pencarian presenter TVRI Papua Barat, Yanto Idorway, yang diduga terjatuh dan terseret arus Sungai Air Terjun Memti, Kampung Sisrang, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat, pada hari kedua operasi, Minggu (19/7/2026). Selain melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai, tim memanfaatkan drone thermal untuk memperluas area pencarian dari udara.

Korban dilaporkan hilang setelah diduga terpeleset saat menyeberangi sungai bersama dua rekannya menuju kawasan Air Terjun Memti pada Sabtu (18/7/2026) sekitar pukul 14.00 WIT. Kedua rekannya sempat melakukan pencarian secara mandiri, namun tidak berhasil menemukan korban sehingga meminta bantuan kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Manokwari.

Operasi SAR hari kedua dimulai pukul 07.30 WIT dengan apel dan briefing yang diikuti personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Manokwari bersama unsur Polres Pegunungan Arfak dan Kodim Pegunungan Arfak.

Selanjutnya, tim bergerak menuju lokasi menggunakan satu unit rescue car dan sembilan kendaraan operasional milik unsur potensi SAR.

Setelah mencapai titik akhir kendaraan, personel melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sekitar tiga kilometer melewati medan pegunungan yang terjal menuju lokasi korban diduga terjatuh.

Setibanya di lokasi, Tim SAR Gabungan melakukan asesmen menggunakan drone thermal untuk memantau kondisi aliran sungai dari udara sebelum melaksanakan penyisiran di sepanjang bantaran sungai mengikuti arah arus.

“Flight kedua ini, kami terbang lebih tinggi guna memperluas jangkauan terbang drone,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Manokwari, Yefri Sabaruddin.

Selain penyisiran melalui jalur darat dan pemantauan udara, tim juga memasang safety line untuk menjangkau titik-titik yang dinilai berisiko sehingga proses pencarian dapat dilakukan dengan lebih aman dan maksimal.

Yefri mengatakan hingga operasi hari kedua ditutup pada pukul 18.42 WIT, korban masih belum ditemukan.

“Tim SAR Gabungan telah mengoptimalkan upaya pencarian melalui pemantauan udara menggunakan drone thermal serta penyisiran sepanjang aliran sungai.

Namun hingga sore hari korban belum berhasil ditemukan. Operasi SAR akan kami lanjutkan kembali besok pagi dengan memperluas area pencarian dan tetap mengutamakan keselamatan seluruh personel di lapangan,” ujarnya.

Selama operasi berlangsung, tim menghadapi sejumlah kendala, antara lain medan pegunungan yang berat, akses menuju lokasi yang cukup jauh, kondisi jalan yang berkabut, serta suhu udara yang dingin.

Operasi pencarian akan dilanjutkan pada Senin (20/7/2026) dengan melibatkan seluruh unsur SAR gabungan, termasuk Kantor Pencarian dan Pertolongan Manokwari, Polres Pegunungan Arfak, Kodim Pegunungan Arfak, keluarga korban, serta unsur pendukung lainnya.(Hms/405) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *