Papua Barat

Palang Hambat Investasi di Papua Barat, Gubernur: Mau Sampai Kapan Dengan Dana Otsus

608
×

Palang Hambat Investasi di Papua Barat, Gubernur: Mau Sampai Kapan Dengan Dana Otsus

Sebarkan artikel ini

Penjabat Gubernur Papua Barat Komjen Pol (Pur) Drs Paulus Waterpauw MSI saat Apel ASN lingkup Pemprov Papua Barat di Lapangan Borasi Manokwari, Jumat (3/3/2023). FOTO: PAPUADALAMBERITA/RUSTAM MADUBUN.

PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI – Pemerintah Daerah Provinsi Papua Barat menilai kebiasaan warga di Papua Barat memalang jalan, fasilitas umum dalam menyelesaikan satu persoalan membuat rasa ketakutan investor berinvestasi, memperlambat pertubuhan eknomi Papua Barat.

‘’Gejala yang paling tidak mengenakan di Papua Barat adalah komplain pemilik ulayat, satu berita kecil ada pemalangan, dua batang kayu atau mungkin balok, itu bisa mengakibatkan mundurnya para investor (penanam modal, red),’’ sebut Penjabat Gubernur Papua Barat Komjen Pol (pur) Drs Paulus Waterpauw MSI pada apel dASN lingkungan Pemprov Papua Barat di Lapangan Borasi Manokwari Jumat (3/3/2023).

Penjabat Gubernur Papua Barat mengingatkan, bahwa investasi perlu dikerjakan bersama, karena ada Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Papua di Sorong Kabupaten Aimas dan Kawasan Industri Khusus (KIK) di Kabupaten Teluk Bintuni.

‘’Kalau KEK itu ada peranan pemerintah di dalamnya, tetapi kalau KIK itu murni swasta, Itu tidak bisa diintervensi oleh kita,KIK itu harus kita bisa meyakinkan investor swasta murni memasukkan atau menginvestasi di tanah ini,’’ jelas Waterpauw.

Jenderal polisi bintang tiga ini menjelaskan, bahwa kenapa Papua Barat ini tidak maju, karena tidak ada investasi yang masuk.

Ilustrasi foto: Mobil anggota DPR Papua Barat dan Kantor DPRD Papua Barat di Jalan Siliwangi Manokwari yang dibakar pendemo dan perusuh pada 19 Agustus 2019 lalu. FOTO: PAPUADALAMBERITA/RUSTAM MADUBUN.

‘’Oleh karenanya mohon dengan sangat, saya mengimbau kepada saudara-saudara yang juga merupakan anak adat, kasih tahu (memberi tahu, red) kepada orang-orang tua di tanah Papua Barat ini kalau mau maju buka diri,’’ tegas Kapolda Papua Barat pertama ini.

‘’Buka diri, hanya satu! Jangan palang lahan,  bicarakan yang baik dengan pemerintah kita siap memfasilitasi. Tapi jangan bapak sudah setuju, anak datang bikin mau-mau lagi,  bapak dan anak sudah selesai, cucu baru yang tumbuh bikin dia punya mau-mau lagi, orang lari,’’ tegas Paulus mencontohkan.

Ia yang baru dari Mexico ini mengatakan, di Meksiko itu ada banyak pengusaha-pengusaha yang ingin menanam modal (investasi, red) di Papua Barat, sumber karena alam yang berlimpah.

‘’Misalkan minyak bumi, pertambangan, tetapi kalau cara seperti sekarang (palang-palang, red) siapapun pemimpin di sini sampai kapanpun (Papua Barat, red) begitu-begitu saja,’’ tegasnya.

‘’Saudara-saudara kita di tempat-tempat (provinsi, derah, red) lain yang buka diri kepada investasi jadi jangan kaget kalau saat ini sudah cukup besar. Kemarin di Danau Toba ada event F1 Powerboat danau Toba disulap menjadi tempat wisata luar biasa, itu karena masyarakat buka diri, mereka sudah mengetahui tentang investasi,’’ terangnya.

Untuk itu kata Paulus, bahwa itu menjadi tugas bersama pemerintah, turun bersama-sama tokoh-tokoh duduk dengan masyarakat, kita bicara dari hari ke hati, yakinkan dengan hormat tentang kepentingan ini (investasi, red).

‘’Kita mau sampai kapan hanya dengan membuka dua tangan, bantuan dana otonomi khusus, kasih dana alokasi umum, kita di sini mau sampai kapan,’’ tuturnya.

‘’Padahal sekeliling kita ini Tuhan kasih surga kecil jatuh di sini, manusianya seng (tidak, red) paham tentang surga itu, masih berputar  tentang hak, tapi ada kewajiban juga yang sebenarnya harus dijalankan,’’ tambah Paulus.(rustam madubun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *