Papua Barat

Panen Perdana Padi di Tengah Kemarau, Sinergi Lintas Sektor Perkuat Ketahanan Pangan Bomberay

298
×

Panen Perdana Padi di Tengah Kemarau, Sinergi Lintas Sektor Perkuat Ketahanan Pangan Bomberay

Sebarkan artikel ini
Fakfak
Petani di Distrik Bomberay Panen Padi di Tengah Musim Kemarau. Sabtu (29/08/2026). FOTO : ISTIMEWA. PAPUADALAMBERITA.COM.

​PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK – Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Serubur, Kementerian Pertanian, terus mengawal penguatan ketahanan pangan di wilayah Distrik Bomberay dan Tomage, Kabupaten Fakfak, Papua Barat. Meski dihadapkan pada tantangan musim kering dan keterbatasan sistem pengairan teknis, para petani setempat berhasil melaksanakan panen perdana padi varietas Nutrizinc dari musim tanam kedua.

​Koordinator BPP Serubur, Benyamin Unwakoli, S.P., M.Si., menyampaikan bahwa saat ini total lahan padi yang telah dikelola di wilayah tersebut mencapai 11 hektare. Luasan tersebut mencakup 9 hektare lahan petani di SP1 Bimajaya dan Wamar, serta 2 hektare lahan yang dikelola oleh pihak Yonif TP 808/Mbaham Matta.

​”Kemarin kami melaksanakan panen perdana pada lahan seluas 1 hektare milik salah satu petani, dan sekitar tiga hari lagi akan dilanjutkan panen di lahan 1 hektare lainnya. Untuk lahan batalyon belum dipanen karena waktu tanamnya tidak serempak akibat menunggu pengiriman benih dari Jayapura,” ujar Benyamin.

​Berdasarkan hasil ubinan bersama Badan Pusat Statistik (BPS), produktivitas panen kali ini berada pada kisaran 1,1 hingga 1,6 ton per hektare. Angka tersebut mengalami penurunan dibanding kondisi normal yang mampu mencapai 2,5 hingga 3 ton per hektare, mengingat varietas Nutrizinc berumur sekitar 3,5 bulan ini ditanam tanpa dukungan irigasi teknis.

​Menurut Benyamin, sistem pertanian di Bomberay dan Tomage selama ini masih bergantung pada curah hujan. Oleh karena itu, BPP Serubur mendorong penerapan teknologi Alternate Wetting and Drying (AWD) atau sistem pengairan berselang untuk mengoptimalkan fase-fase pengairan tanaman padi.

​Guna mengatasi kendala pengairan, pihak BPP dan dinas terkait telah mengupayakan bantuan irigasi pompa. Namun, tingginya harga BBM di wilayah tersebut sempat menjadi hambatan operasional. Menanggapi hal ini, BPP telah berkoordinasi dengan dinas teknis agar petani dapat mengakses BBM bersubsidi sesuai regulasi Kementerian ESDM.

​Selain itu, angin segar datang dari program DGNIP berupa bantuan irigasi saluran tertutup berbasis padat karya dengan alokasi anggaran sekitar Rp159 juta. Bantuan ini nantinya menggunakan mesin pompa bertenaga surya dan dana akan disalurkan langsung ke rekening kelompok tani.

​”Kami berharap, ketika irigasi teknis dan pompa bertenaga surya ini sudah beroperasi, produktivitas tidak lagi berada di angka 1–2 ton, tetapi bisa melonjak hingga 3, 4, bahkan 5 ton per hektare. Jika produktivitas meningkat, kesejahteraan petani ikut terangkat dan minat masyarakat untuk mengelola sawah akan makin tinggi,” tegasnya.

​Upaya penguatan sektor pertanian di kawasan Bomberay ini juga didukung melalui kolaborasi CSR serta kerja sama dengan tim Patriot yang menerjunkan delapan personel untuk merancang sistem inovasi minapadi.

​Benyamin menyampaikan apresiasi mendalam atas sinergi yang terjalin dengan Dinas PUPR dalam penyelesaian saluran irigasi, Dinas Pertanian untuk penyediaan alsinar dan sarana produksi, serta dukungan dari jajaran TNI dan Polri (Babinsa dan Bhabinkamtibmas) yang aktif mendampingi petani di lapangan.(Enrico)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *