NasionalPapua Barat

Panitia Perkenalkan Kategori “Grand Prix” di Pesparawi Nasional XIV

548
×

Panitia Perkenalkan Kategori “Grand Prix” di Pesparawi Nasional XIV

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua II Panitia Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026, Richard Alfonsyang ditemui wartawan di Bandara Rendani, Selasa (16/6/2026).FOTO: RUSTAM MADUBUN.PAPUADALAMBERITA.COM

PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI – Panitia Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026 memperkenalkan kategori baru bertajuk Grand Prix, yang akan menjadi ajang khusus bagi para peraih juara satu dan dua dari setiap kategori lomba, terutama pada cabang paduan suara.

Wakil Ketua II Panitia Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026, Richard Alfons, mengatakan kategori Grand Prix ini diujicobakan sebagai bagian dari pengembangan sistem kompetisi Pesparawi agar semakin kompetitif dan berkualitas.

“Grand Prix ini akan diikuti oleh juara satu dan dua dari masing-masing kategori, khususnya paduan suara pria, wanita, dan dewasa campuran,” ujar Richard kepada wartawan di Bandara Rendani, Selasa (16/6/2026).

Hingga saat ini, sejumlah kontingen telah tiba di Manokwari, di antaranya Jawa Timur, Sumatera Utara, Kalimantan Tengah, Nanggroe Aceh Darussalam, Sulawesi Selatan, Maluku, Kaimana, serta Papua Barat Daya.

Sementara itu, kontingen dari Kaimana dan Fakfak dijadwalkan tiba pada pukul 12.00 WIT. Adapun kontingen Sumatera Barat hingga kini belum tiba, yang diduga akibat kendala teknis penerbangan.

Richard menjelaskan, panitia telah melakukan gladi bersih menjelang pelaksanaan lomba. Tiga lokasi utama perlombaan, yakni Polda, PKK, dan Universitas Papua (UNIPA), disebut telah siap sekitar 80 persen.

Menurutnya, penggunaan sistem tata suara di UNIPA tidak menjadi fokus utama karena mengedepankan kualitas vokal langsung dari peserta. Sementara itu, sistem suara lebih dioptimalkan di lokasi Polda dan PKK.

Pelaksanaan lomba dijadwalkan dimulai pukul 11.00 WIT. Namun, dengan jumlah kontingen yang mencapai puluhan, pertandingan berpotensi berlangsung hingga malam hari.

Rangkaian lomba akan dibagi dalam beberapa sesi, yakni pada 22–23 Juni 2026 untuk sesi pertama, kemudian 26–27 Juni 2026 untuk sesi kedua. Sementara itu, 28 Juni 2026 akan menjadi puncak pelaksanaan Grand Prix sebelum penutupan kegiatan.

Terkait sejumlah kontingen yang belum hadir, termasuk dari Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB), panitia masih terus melakukan pemantauan perkembangan kedatangan mereka.

Richard menyebut panitia tetap membuka komunikasi untuk memastikan seluruh peserta dapat mengikuti rangkaian kegiatan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Dengan hadirnya kategori Grand Prix, Pesparawi Nasional XIV di Manokwari diharapkan menjadi ajang yang semakin kompetitif dan mampu melahirkan kualitas paduan suara terbaik dari seluruh Indonesia.(rustam madubun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *