NasionalPapua Barat

Papua Barat Jajaki Investasi dengan Delegasi Tiongkok, Bandara Rendani hingga Telekomunikasi Jadi Prioritas

276
×

Papua Barat Jajaki Investasi dengan Delegasi Tiongkok, Bandara Rendani hingga Telekomunikasi Jadi Prioritas

Sebarkan artikel ini
Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan, M.Si, didampingi sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) saat menghadiri pertemuan strategis bersama delegasi investor Tiongkok di Ruang Rosse, Restaurant Jia, Hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu (8/4/2026).FOTO: DOKUMENTASI PEMPEROV PAPUA BARAT

PAPUADALAMBERITA.COM.JAKARTA Pemerintah Provinsi Papua Barat menjajaki peluang investasi bersama delegasi investor Tiongkok dalam pertemuan strategis yang digelar pada Rabu (8/4/2026) pukul 18.00 WIB di Ruang Rosse, Restaurant Jia, Hotel Shangri-La.

Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan, M.Si, dalam pertemuan tersebut memaparkan berbagai potensi unggulan daerah yang terbuka untuk investasi.

Sektor-sektor yang ditawarkan meliputi kelautan, perikanan, pertanian, perkebunan, hingga minyak dan gas bumi (migas). Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong pengembangan industri ethanol berbasis singkong sebagai bagian dari hilirisasi sektor pertanian.

Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan, M.Si, didampingi sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) saat menghadiri pertemuan strategis bersama delegasi investor Tiongkok di Ruang Rosse, Restaurant Jia, Hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu (8/4/2026).FOTO: DOKUMENTASI PEMPEROV PAPUA BARAT

Tak hanya sektor ekonomi, Pemerintah Provinsi Papua Barat juga membuka peluang kerja sama di bidang pendidikan vokasi dan peningkatan layanan kesehatan.

Di bidang infrastruktur, Gubernur menyoroti rencana pengembangan Bandara Rendani Manokwari yang telah tertunda sekitar enam tahun dan diharapkan dapat direalisasikan melalui dukungan investasi.

Menanggapi hal tersebut, Madam Gou bersama delegasi investor Tiongkok menyampaikan minat awal untuk mendukung pengembangan Bandara Rendani Manokwari dengan estimasi nilai investasi sekitar Rp7 triliun.

Investasi ini direncanakan melibatkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Tiongkok. Namun, realisasinya tetap akan mempertimbangkan dinamika geopolitik global serta stabilitas nilai tukar.

Selain infrastruktur, pihak investor juga menawarkan peluang kerja sama di bidang teknologi, termasuk pengolahan sampah dan pengembangan telekomunikasi berbasis satelit.

Delegasi Tiongkok turut mengundang Pemerintah Provinsi Papua Barat untuk berpartisipasi dalam forum ekonomi regional yang akan digelar di Shanghai.

Dalam kesempatan yang sama, sejumlah kepala perangkat daerah Papua Barat memaparkan aspek teknis, mulai dari potensi sektor kelautan dan pertambangan, kebutuhan energi terbarukan, hingga penguatan jaringan telekomunikasi.

Rencana teknis pengembangan Bandara Rendani juga disampaikan, termasuk perpanjangan runway hingga 2.500 meter serta pembangunan tiga garbarata.

Pembahasan turut mencakup potensi blok migas, baik yang belum beroperasi maupun rencana pelelangannya.

Selain itu, mengemuka pula rencana pembangunan fasilitas cold storage guna mendukung ekspor hasil perikanan ke China melalui Shanghai, yang memerlukan sertifikasi dari otoritas setempat.

Sebagai tindak lanjut, investor Tiongkok menyatakan minat untuk mendukung pengembangan Bandara Rendani serta peningkatan infrastruktur telekomunikasi di Papua Barat. Kedua pihak sepakat melanjutkan pembahasan dalam forum ekonomi regional di Shanghai pada Mei 2026.

Agenda lanjutan tersebut meliputi partisipasi Gubernur Papua Barat sebagai pembicara, promosi potensi investasi daerah, penjajakan kerja sama strategis, serta kunjungan kerja ke pabrik PT KONS dalam rangka transfer teknologi pengolahan sampah.

Pemerintah Provinsi Papua Barat juga diminta menyiapkan proposal proyek strategis, khususnya di sektor bandara dan telekomunikasi, sebagai bahan tindak lanjut kerja sama.

Dalam pertemuan ini, Direktur Doreka Foundation, Toni, berperan sebagai penghubung antara Pemerintah Provinsi Papua Barat dan investor Tiongkok.

Hadir pula sejumlah pejabat daerah, antara lain Asisten II Setda Papua Barat, Plt. Kepala Bappeda, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan, Kepala Dinas ESDM, Kepala Biro Administrasi Pembangunan, serta Kepala Badan Penghubung Papua Barat.(rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *