PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI – Pemerintah Provinsi Papua Barat mengirim 20 peserta terbaik untuk berlaga pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) ke-8 tingkat nasional di Sulawesi Selatan.
Ketua Kontingen MTQ Korpri Nasional Papua Barat, dr. Alwan Rimosan, Sp.B, FINACS, mengatakan 20 peserta tersebut merupakan hasil seleksi yang dilakukan di enam kabupaten di Papua Barat sekitar satu bulan sebelum keberangkatan.
“Kami sudah melakukan seremonial pelepasan kontingen MTQ Korpri yang kedelapan tingkat nasional yang akan dilakukan di Provinsi Sulawesi Selatan, di dua tempat yaitu Kota Makassar dan Kabupaten Pangkep,” kata Alwan kepada wartawan di Kantor Gubernur Papua Barat, Senin (10/8/2026).
Menurut Alwan, proses seleksi dilakukan secara daring dengan melibatkan sejumlah juri untuk menilai kemampuan peserta pada berbagai kategori perlombaan.
Seleksi tersebut dilakukan untuk menjaring peserta terbaik dari sejumlah kategori, seperti tilawah, qiraah, hafalan, kaligrafi, khotbah, hingga kategori tambahan.
“Seleksinya lewat online dengan beberapa juri-juri yang akan menilai kategori-kategori, misalnya MTQ, qori, qiraah, kemudian hafalan, kaligrafi, khotbah,” ujarnya.
Selain kategori tersebut, MTQ Korpri Nasional ke-8 juga mempertandingkan sejumlah cabang lainnya, seperti azan, puisi Islami, doa, serta karya tulis ilmiah Islam.
Jalani TC di Makassar
Alwan mengatakan, setelah dilepas oleh Pemprov Papua Barat, oleh Asisten II Otto Parorongan mewakili Gubernur PApua Barat Drs Dominggus Mandacan, M.SI para peserta akan menjalani pemusatan latihan atau training camp (TC) selama sekitar satu minggu di Makassar.
TC dijadwalkan berlangsung mulai 16 Agustus 2026 dengan menggunakan fasilitas Asrama Haji Makassar.
“Setelah pelepasan ini mereka akan dilakukan TC lagi di Makassar kurang lebih selama satu minggu. Seminggu di asrama, kita pakai Asrama Haji Makassar,” kata Alwan.
Ia berharap kombinasi antara proses seleksi dan TC dapat meningkatkan kesiapan peserta sebelum menghadapi kompetisi tingkat nasional.
Alwan mengatakan, upaya tersebut menjadi bagian dari evaluasi Papua Barat setelah belum berhasil meraih juara pada MTQ Korpri ke-7 di Kalimantan Tengah.
Sebelumnya, Papua Barat pernah meraih juara harapan pada cabang kaligrafi saat MTQ Korpri ke-6 di Kendari, Sulawesi Tenggara.
“Di MTQ yang keenam di Kendari, Sulawesi Tenggara, kita dapat satu harapan untuk kaligrafi. Mudah-mudahan dengan upaya-upaya yang kita lakukan ini, MTQ ke-8 ini menjadi ciri tersendiri bahwa kita melakukan seleksi dan TC,” ujarnya.
Ikuti 12 kategori
Alwan menjelaskan, kontingen Papua Barat akan mengikuti 12 kategori perlombaan pada MTQ Korpri Nasional ke-8.
Kategori yang diikuti antara lain azan, khotbah Jumat, doa, tilawah putra dan putri, serta tartil putra dan putri.
Untuk kategori hafalan, Papua Barat mengikuti sejumlah materi, yakni hafalan Juz 30, Al-Baqarah, Ali Imran, An-Nisa, serta tujuh surah pilihan.
Selain itu, kontingen Papua Barat juga akan mengikuti lomba puisi putra dan putri serta karya tulis ilmiah Islam.
“Jumlah peserta kami 20 orang. Itu kategori yang kami ikuti,” kata Alwan.
Alwan berharap seluruh peserta dapat tampil maksimal dan bersaing dengan kontingen dari daerah lain. Ia juga meminta dukungan dan doa masyarakat Papua Barat selama para peserta menjalani persiapan hingga perlombaan.
“Mudah-mudahan doa dari semua masyarakat Papua Barat, dengan upaya yang kami lakukan sebelumnya, kami bisa menghasilkan peserta yang terbaik dan layak berkompetisi untuk MTQ Korpri tingkat nasional di Makassar,” ujarnya.
Rangkaian MTQ Korpri Nasional ke-8 dijadwalkan berlangsung di Kota Makassar dan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan.
Para peserta akan menjalani TC mulai 16 Agustus 2026, sebelum mengikuti pembukaan MTQ pada 23 Agustus dan rangkaian perlombaan hingga penutupan pada 29 Agustus 2026.(rustam madubun)













