Papua Barat

Pekan Sagu Nusantara,  Wagub Papua Barat: Sagu harus Jadi Makanan utama Acara Formal

106
×

Pekan Sagu Nusantara,  Wagub Papua Barat: Sagu harus Jadi Makanan utama Acara Formal

Sebarkan artikel ini

Wakil Gubernur Papua Barat, Mohamad Lakotani, SH, MSi pada acara Pekan Sagu Nusantara 2020, Selasa (20/10/2020) di Manokwari Papua Barat. PAPUADALAMBERITA. FOTO: rustam madubun

PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI – 20 Oktober 2020 menjadi Pekan Sagu Nusantara, dengan tager “Sagu untuk Indonesia Maju”,  “Sagu Papua Barat Makanan Sehat”.

Panitia melaporkan Papua Barat memiliki luas areal sagu terbesar kedua di Indonesia setelah Provinsi Papua yakni seluas kurang lebih 510.000 hektar tentu ini luasan yang sangat signifikan.

‘’Jika potensi ini dimanfaatkan secara optimal tentu akan menjadi penyangga andalan untuk konsumsi maupun produk yang menghasilkan nilai tambah bagi masyarakat di provinsi ini. Dari luasan tersebut yang baru digarap dalam bentuk dusun atau kebun sagu mencapai kurang lebih 20. 000 hektar atau kurang lebih 3,94 persen masih sangat sedikit,’’ ujar Wakil Gubernur Papua Barat, Mohamad Lakotani, SH, MSI dihadapan pimpinan SKPD pada Pekan Sagu Nusantara, Selasa (20/1/2020) di Kantor Gubernur Papua Barat, Manokwari.

Menurut Wagub dan selebih adalah hutan sagu yang terhanpar pada hampir sebagian besar kabupaten kota yang ada di provinsi di Papua Barat, sekali lagi hal ini menunjukkan bahwa provinsi Papua Barat memiliki potensi pengembangan dan pemanfaatan sagu yang luar biasa kedepannya.

‘’Namun disisi lain kita menyaksikan realita bahwa masyarakat yang menggantungkan mata pencahariannya dari pengolahan sagu ini kondisinya kesejahteraannya masih sangat rendah . Hal ini disebabkan karena orientasi usaha pengelolaan sagu ini masih bercorak subsistem atau olah sagu kebutuhan untuk konsumsi keluarga yang jika di persentase kurang lebih 80% dan hanya kurang lebih 20% saja yang diolah untuk dijual guna memperoleh nilai tambah,’’ kata wakil gubernur.

Lanjut wakil gubernur, berdasarkan kondisi objektif masyarakat pengelola sagu di Provinsi Papua Barat serta potensi hutan sagu yang ada di Papua Barat,  maka dengan adanya pekan sagu nusantara tahun 2020 dengan tema sagu pangan sehat untuk Indonesia maju diharapkan menjadi momentum gerakan awal untuk merangkai kerjasama yang erat antar berbagai stakeholder pengelola sagu baik pemerintah maupun swasta dan komunitas masyarakat sagu mulai dari hulu hingga ke hilir, sehingga kerjasama yang produktif diharapkan akan lahir dan memberikan dampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat pengelola sagu itu sendiri.

‘’Sebagai contoh konkret yaitu melalui pekan sagu nusantara 2020 ini diharapkan dapat menghasilkan bentuk kerjasama pengelola sagu investor besar atau corporate dengan industri rumah tangga pengelola sagu dalam bentuk usaha kilang sagu di daerah pedesaan, sudah barang tentu pengelolaan sagu ini tidak terlepas dari pengelolaan sagu berwawasan lingkungan dan hal ini tentu diharapkan sejalan dengan kebijakan pembangunan berkelanjutan di Provinsi Papua Barat,’’ pesan Mohamad Lakotani.

Tambah Mohamad Lakotani, bahwa Provinsi Papua Barat memiliki lebih dari 100 jenis hasil olahan makanan dan minuman yang terbuat dari pati sagu maupun tepung sagu, antara lain, mie sagu, bakso sagu, beras analog hingga berbagi kue basah dan kering yang tersebut yang terbuat dari tepung sagu.

Wakil gubernur Papua Barat, Pangdam XVIII/Kasuari, Kabinda Papua Barat, Kapolda Papua Barat saat melihat produk kue kering dengan bahan olahan sagu pada Pekan Sagu Nusantara, Selasa (20/10/2020). PAPUADALAMBERITA. FOTO: rustam madubun

‘’Saya sebutkan tadi ini merupakan sesuatu yang turun temurun telah diberikan contoh oleh orang-orang tua kita terdahulu dan diera yang semakin maju saat ini di era pemerintah yang semakin berkembang maju saat ini kita perlu meningkatkan pemanfaatan potensi kita ini guna penambahan nilai tambah,  nilai ekonomi bagi para masyarakat pengelola sagu ini sendiri,’’ harap Lakotani.

Menurut Lakotani, kiranya perlu  dilakukan kemasan,  melakukan promosi kemudian sektor-sektor lainnya yang ingin kita kembangkan mak potensi sagu ini juga bisa memberikan kontribusi dalam rangka saling bersinergi dengan potensi lain seperti potensi pariwisata yang juga ke depan menjadi andalan untuk dikembangkan sehingga bisa saling topang meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

‘’Samping itu sagu juga dapat dijadikan sumber pangan alternatif non beras yang sehat, karena memiliki kalori tinggi sehingga menambah daya imun atau kekebalan tubuh manusia terhadap penyakit tertentu. Oleh karena itu pada kesempatan yang berbahagia ini dan bertepatan dengan event pekan sagu nusantara 2020 selaku wakil gubernur Papua Barat saya menghimbau agar Sagu dan makanan olahan sagu harus disajikan sebagai makanan sehat dan utama pada acara-acara formal di Provinsi Papua Barat,’’ tegas Lakotani.

Seusai kegiatan dilanjutkan dengan makan siang bersama Wagub Papua Barat, Kapolda Papua Barat, Pangdam XVIII/Kasuari dengan hidangan serba sagu, mulai dari papeda dengan ikan kua kuning, ada bakso mi dari sagu dan aneka kue kring dan basah dengan bahan baku saku.(tam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maaf Tidak Bisa Dicopy !!