Papua Barat

Pengembangan Sagu di Bomberay: Tim Ekspedisi Patriot Tinjau Langsung Potensi Emas Putih Fakfak

235
×

Pengembangan Sagu di Bomberay: Tim Ekspedisi Patriot Tinjau Langsung Potensi Emas Putih Fakfak

Sebarkan artikel ini
Fakfak
Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Meninjau Langsung Pengelolaan Tepung Sagu di Kampung Wonorejo Distrik Bomberay, Fakfak. Kamis (11/12/2025). FOTO : TIM EKSPEDISI PATRIOT. PAPUADALAMBERITA.COM.

​​PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK – Kampung Wonorejo, Distrik Bomberay, Kabupaten Fakfak, kini menapaki babak baru dalam pemanfaatan potensi lokalnya. Sagu, yang telah dimanfaatkan sebagai pangan sejak 1998, kini resmi dikembangkan dan didorong sebagai komoditas unggulan daerah sejak tahun 2024.

​Puncak dari upaya pengembangan ini ditandai dengan kunjungan langsung Tim Ekspedisi Patriot bersama para ketua tim pada 10 September 2025. Rombongan tersebut menyambangi lokasi pembuatan tepung sagu (emas putih) dan menyaksikan langsung proses pengolahannya.

​Kepala Kampung Wonorejo, Pak Aan, mengungkapkan besarnya potensi sumber daya ini. “Sagu yang bisa dihasilkan sekali panen dapat mencapai 50 kg,” ujarnya. Tim Ekspedisi Patriot bahkan tak segan ikut terjun langsung ke hutan sagu untuk merasakan proses panen tradisional, sebagai bentuk apresiasi terhadap perjuangan masyarakat dalam memanfaatkan potensi sagu yang melimpah.

​Meningkatkan Nilai Ekonomi dan Ketahanan Pangan :

​Kegiatan ini secara kolektif berorientasi pada peningkatan kesejahteraan. Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan potensi sagu, meningkatkan nilai tambah ekonomi masyarakat melalui pengolahan, mendorong pengembangan usaha berbasis sumber daya lokal, serta secara simultan mendukung ketahanan pangan dan peningkatan pendapatan petani.

​Saat ini, diversifikasi produk olahan sagu di Wonorejo telah berkembang pesat. Sagu tidak lagi terbatas pada papeda, namun sudah dinikmati dalam berbagai jenis produk turunan, termasuk kerupuk sagu, gula sagu, risoles sagu, mi sagu, kue sagu, sagu bakar, dan masih banyak potensi lainnya.

​Kesepakatan Berkelanjutan Demi Kelestarian Lingkungan

​Dalam kunjungan tersebut, disepakati sebuah komitmen bersama untuk pengelolaan sagu secara menyeluruh. Kesepakatan ini mencakup:

​1./ Pengelolaan lahan sagu secara berkelanjutan.

​2./ Pemanenan dan pengolahan secara tradisional maupun semi-modern.

​3./ Pengembangan produk turunan dan pemasaran hasil olahan sagu.

​4./ Penguatan kelembagaan kelompok tani atau pengolah sagu.

​Melalui kesepakatan ini, sagu ditetapkan sebagai salah satu komoditas unggulan Kampung Wonorejo. Pengelolaannya akan dilaksanakan oleh kelompok tani/pengolah sagu secara bertanggung jawab, dengan dukungan penuh berupa pendampingan, pelatihan, serta bantuan sarana dan prasarana dari Pemerintah Kampung dan pihak terkait.

Semua upaya pengembangan ini ditekankan untuk tetap memperhatikan prinsip kelestarian lingkungan dan kearifan lokal. Pengembangan ini diharapkan mampu menjadikan Wonorejo sebagai sentra penghasil sagu yang maju dan berkelanjutan di Kabupaten Fakfak.(rls TEP/Editor : Enrico)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *