Papua Barat

Peringatan HUT ke-27 Papua Barat Digelar Sederhana dan Murah Meriah

467
×

Peringatan HUT ke-27 Papua Barat Digelar Sederhana dan Murah Meriah

Sebarkan artikel ini
Sekda Papua Barat dan Gubernur Papua Barat, dalam rapat koordinasi persiapan peringatan 27 tahun Provinsi Papua Barat, Kamis (8/10/2026). FOTO: RUSTAM MADUBUN.PAPUADALAMBERITA.

PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI — Pemerintah Provinsi Papua Barat menetapkan konsep kesederhanaan dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Provinsi Papua Barat yang jatuh pada Senin, 12 Oktober 2026.

Peringatan tahun ini dikemas secara sederhana dan murah meriah, tanpa mengurangi makna syukur atas perjalanan Provinsi Papua Barat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Barat, Dr. Drs. Ali Baham Temongmere, M.TP., mengatakan prinsip utama peringatan HUT tahun ini adalah efisiensi.

Seluruh rangkaian kegiatan dirancang agar tetap bermakna, tetapi tidak membutuhkan anggaran besar.

“Rumus kita adalah boleh dibuat, tetapi sederhana dan murah meriah. Kegiatan ini tidak menggunakan panitia khusus, melainkan melekat di Sekretariat Daerah dan melibatkan seluruh SKPD,” ujar Ali Baham dalam laporannya kepada Gubernur Papua Barat Drs Dominggus Mandacan, M.SI pada pertemuan bersama pimppinan OPD, Kepala Badan dan BIro di Rumah Negara Gubernur Papua Barat Susweni Manokwari, Kamis (8/10/2026).

Menurut Ali Baham, konsep sederhana tersebut juga merujuk pada penegasan Presiden RI Prabowo Subianto mengenai efisiensi anggaran dan pembatasan kegiatan seremonial pemerintahan.

Presiden Prabowo menekankan agar anggaran pemerintah tidak digunakan untuk kegiatan perayaan ulang tahun instansi secara berlebihan.

Arahan efisiensi tersebut pertama kali ditekankan dalam sidang kabinet pada awal 2025 dan kembali menjadi bagian dari penegasan pemerintah dalam penyampaian Nota Keuangan RAPBN 2027 di kompleks parlemen.

Karena itu, Pemprov Papua Barat memilih tidak membentuk panitia khusus untuk peringatan HUT ke-27. Koordinasi kegiatan dilakukan langsung oleh Sekretariat Daerah bersama para asisten dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Puncak peringatan HUT ke-27 Papua Barat akan berlangsung Senin, 12 Oktober 2026. Rangkaian kegiatan inti dipusatkan dalam satu momentum di lapangan, yakni upacara bendera yang dilanjutkan dengan acara syukuran.

Selain itu, peringatan akan diisi dengan tradisi pemotongan tumpeng dan toast bersama menggunakan minuman anggur halal. Seluruh rangkaian tersebut dirancang secara efisien dengan tetap mempertahankan nuansa kebersamaan dan rasa syukur.

Untuk kegiatan pendukung, Pemprov Papua Barat juga melakukan sejumlah penyesuaian. Salah satunya adalah penundaan karnaval yang dikelola Dinas Pariwisata.

Penundaan tersebut mempertimbangkan kondisi lingkungan dan adanya imbauan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) akibat kondisi asap. Pemerintah daerah memilih menyesuaikan kegiatan dengan situasi yang berkembang.

Sementara itu, sejumlah perlombaan internal tetap diperbolehkan. Salah satunya lomba tari Caca yang telah mendapat izin Penjabat Gubernur untuk dilaksanakan di dalam ruangan pada Jumat.

Pelaksanaan kegiatan internal tersebut tetap diarahkan untuk tidak membebani anggaran. Masing-masing koordinator OPD akan mengelola kegiatan secara mandiri dengan prinsip efisiensi.

Ali Baham menegaskan, kesederhanaan tidak berarti menghilangkan substansi peringatan HUT Papua Barat.

Momentum tersebut tetap menjadi ruang untuk mengingat perjalanan daerah sekaligus memperkuat kebersamaan pemerintah dan masyarakat.

Dalam peringatan tahun ini, Pemprov Papua Barat juga mengundang para bupati, Ketua DPR Papua Barat, serta para mantan gubernur dan wakil gubernur Papua Barat. Mereka diharapkan hadir dan turut memberikan perhatian pada momentum perjalanan 27 tahun Provinsi Papua Barat.

Dengan konsep tersebut, peringatan HUT ke-27 Papua Barat diarahkan menjadi perayaan yang tetap khidmat dan bermakna, tetapi selaras dengan semangat efisiensi anggaran pemerintah.(rustam madubun)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *