Papua Barat

Pesan Gubernur: DMI Jadikan Masjid sebagai Laboratorium Toleransi di Papua Barat

361
×

Pesan Gubernur: DMI Jadikan Masjid sebagai Laboratorium Toleransi di Papua Barat

Sebarkan artikel ini
Pembukaan Rakerwil I Dewan Masjid Indonesia Provinsi Papua Barat di Gedung MUI Manokwari, Jumat (13/2/2026), ditandai dengan pemukulan rebana oleh perwakilan Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, Staf Ahli Gubernur Marthen L. Kocu, bersama Wakil Ketua Umum DMI Pusat Imam Addaruqutni dan Ketua DMI Papua Barat Mohamad Lakotani serta unsur Forkopimda. FOTO: RUSTAM MADUBUN/PAPUADALAMBERITA.COM

PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menitipkan pesan kuat kepada jajaran pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) se-Provinsi Papua Barat agar menjadikan masjid sebagai laboratorium toleransi, pusat persatuan, sekaligus motor pemberdayaan umat di daerah.

Pesan gubernur tersebut disampaikan dalam pembukaan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) I DMI Provinsi Papua Barat di Gedung MUI Manokwari, Jumat (13/2/2026). Dalam kegiatan itu, gubernur diwakili oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi Papua Barat, Marthen L. Kocu, SH., MH.

Rakerwil dihadiri Wakil Ketua Umum DMI Pusat Imam Addaruqutni, Ketua DPW DMI Papua Barat Mohamad Lakotani, jajaran pengurus DMI kabupaten/kota se-Papua Barat, serta organisasi kemasyarakatan Islam.

Pembukaan Rakerwil ditandai dengan pemukulan rebana oleh Staf Ahli Gubernur, Wakil Ketua Umum DMI Pusat, Ketua DMI Papua Barat, Wakil Bupati Manokwari Mugiyono serta unsur Forkopimda.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Papua Barat, saya mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta, terutama yang telah menempuh perjalanan dari berbagai kabupaten. Kehadiran bapak dan ibu sekalian adalah bukti komitmen dalam memakmurkan masjid dan memajukan umat di Papua Barat,” demikian sambutan tertulis gubernur yang dibacakan perwakilan.

Dalam sambutan itu ditegaskan, tantangan zaman yang semakin dinamis menuntut peran masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah ritual, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan umat, penguatan akhlak, pendidikan, ekonomi, serta persatuan dan ukhuwah.

DMI dinilai memiliki peran strategis dalam membangun kualitas umat yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, dan mampu berkontribusi positif bagi pembangunan daerah. Karena itu, pemerintah daerah mendorong penguatan sinergi dan kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk DMI.

Sambutan Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, yang diwakili Staf Ahli Gubernur Marthen L. Kocu. FOTO: RUSTAM MADUBUN/PAPUADALAMBERITA.COM

Pemerintah Provinsi Papua Barat juga memandang DMI sebagai mitra strategis dalam pemberdayaan umat, terutama dalam penguatan ekonomi syariah, literasi digital, serta menjaga toleransi beragama demi terciptanya suasana yang harmonis dan damai di Tanah Papua.

Melalui forum Rakerwil, seluruh pengurus DMI tingkat provinsi hingga kabupaten diajak tidak hanya mengurus fisik masjid, tetapi juga memastikan jamaah di sekitarnya merasakan manfaat ekonomi dan sosial.

Rakerwil juga diharapkan mampu melahirkan program kerja strategis yang menyentuh langsung masyarakat, mulai dari pengelolaan manajemen masjid yang profesional hingga pengembangan UMKM berbasis masjid.

“Papua Barat adalah rumah besar bagi keberagaman. Peran DMI sangat krusial dalam menjaga stabilitas dan moderasi beragama. Kepada pengurus DMI dari Kaimana, Fakfak, Teluk Bintuni, Manokwari Selatan, Manokwari, dan Teluk Wondama, saya titipkan pesan: jadikanlah masjid sebagai laboratorium toleransi,” tegasnya.

Gubernur juga mendorong lahirnya ide-ide cerdas dan program inovatif yang selaras dengan visi pembangunan daerah menuju Papua Barat yang aman, sejahtera, bermartabat, dan mandiri.(rustam madubun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *