Papua Barat

Pj Gubernur Ali Baham  Hadiri Perekatan Adat HUT Ke-125 Fakfak

176
×

Pj Gubernur Ali Baham  Hadiri Perekatan Adat HUT Ke-125 Fakfak

Sebarkan artikel ini
Penjabat GUbernur Papua Barat Ali Baham Temongmere saat mengikuti rapat adat jelang HUT Fakfak Rabu (16/11/2023). FOTO: KOMINFO PAPUA BARAT.

PAPUADALAMBERITA.COM.FAKFAK – Penjabat Gubernur Papua Barat, Drs Ali Baham Temongmere MTP mengikuti Wewowo ( kerapatan adat ), Rabu 15/11/2023).

Wewowo yang digelar di kediaman Raja Fathagar duntuk menyambut hari ulang tahun ke 123 Kota Fakfak ini dihadiri raja dari tujuh petuanan, yakni petuanan raja Fathagar sebagai tuan rumah, raja Ati-Ati, raja Rumbati, raja Pik-Pik Sekar, raja Wertuar, raja Pattipi, dan raja Arguni.

Bergerak bersatu membangun negeri Fakfak. Wewowo bersama melestarikan dan mengembangkan kebudayaan dalam menghadapi era globalisasi itu adalah tema yang diangkat dalam forum adat ini.

Satu tungku tiga batu, adalah filsafah yang terus melekat dalam sendir kehidupan masyarakat Fakfak.

Kaitannya dengan tema tersebut, penjabat Gubernur Papua Barat, Ali Baham Temongmere,  dalam arahannya pada forum ini, mengemukakan kearifan lokal dalam bentuk simbol adat dari setiap marga yang mendiami negeri Mbahan Matta, untuk mengenang marga dan asal-usul sejarah terjadinya pemberian marga itu sendiri.

“Kabupaten Fakfak ini, dalam marga-marganya, masing-masing memiliki simbol. Maksudnya, ini secara adat kita bisa kembangkan komoditas-komoditas ada keterkaitannya dengan marga-marga itu. Tapi saat ini simbol ini ada di pasar ini kemudian, membuat kita tidak berkembang dalam mengembangkan komoditas hasil bumi kita,’’ sebut Ali Baham.

‘’Mungkin kita bisa kembangkan dalam bentuk kebun bersama. Mari kita coba kembangkan tanaman pangan lokal, makanan lokal yang kita tidak tahu bahwa yang membuat kita tumbuh dengan kuat dan cerdas,” sambung Pj Gubernur Ali Baham.

Lanjutnya, berkaitan dengan tugas penjabat Gubernur sebagai wakil pemerintah pusat di daerah, ia meminta, menjalankan tugas dan amanat, yaitu 60% di lapangan untuk melihat kebutuhan masyarakat, terkait dengan pembangunan di semua bidang.

“Saya diberikan tugas 60% ada di lapangan ditengah masyarakat dan 40% di kantor. Tentunya kami dalam tugas, mulai langkah dari pasar, untuk memastikan stabilitas harga pasar, dalam rangka pengendalian inflasi, kemiskinan ekstrim, dan penurunan angka prevalensi stunting,’’ jelas Pj gubernur.

‘’Harga barang naik akibat tidak ada pemanfaatan lahan yang ada, ini kaitannya dengan inflasi. Oleh karena itu, mari kita coba untuk gerakan stabilitas ketahanan pangan ini,” ujar Pj. Gubernur Ali Baham.

Bupati Fakfak, Untung Tamsil dalam kesempatan itu mengajak masyarakat di seluruh petuanan untuk mendukung program pembangunan nasional, seperti pabrik pupuk Kaltim dan Pembanguan Smelter.

“Kita bersyukur, karena program pembangunan merupakan perhatian dari bapak presiden untuk kita di Fakfak. Oleh sebab itu, mari kita bersatu untuk kesatuan bersama membangun daerah ini,” ajak Bupati Tamsil.

Pada momen ini juga, Pj Gubernur Ali Baham, mengimbau untuk gemar memakan lokal, gerakan tanam pangan lokal dalam skala besar, di samping pemanfaatan pekaranang.(rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *