PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI – Polda Papua Barat melalui Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) mengungkap kasus dugaan penyalahgunaan dan peredaran narkotika jenis ganja di Kabupaten Manokwari, Selasa (21/4/2026).
Pengungkapan dilakukan tim opsnal Subdit II sekitar pukul 12.28 WIT di atas KM Dorolonda yang tengah berlabuh di Pelabuhan Pelni Manokwari.
Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan seorang pria berinisial Y beserta barang bukti 79 paket plastik bening berisi ganja dengan berat total sekitar 1.463,8 gram yang disimpan dalam tas ransel.
Berdasarkan hasil interogasi awal, polisi melakukan pengembangan dan kembali mengamankan dua orang lainnya berinisial S dan R yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran tersebut.
Sekitar pukul 15.00 WIT, tim melakukan penindakan lanjutan di kawasan Amban, Manokwari, tepatnya di sebuah rumah kos. Dari lokasi itu, petugas menemukan satu pot tanaman yang diduga ganja yang ditanam dalam polibag.
Selain itu, dari hasil pemeriksaan telepon genggam salah satu terduga pelaku, ditemukan dokumentasi berupa foto-foto tanaman ganja yang sebelumnya ditanam di salah satu asrama mahasiswa di wilayah Amban.
Ketiga terduga pelaku yang diketahui merupakan mahasiswa tersebut kemudian diamankan ke kantor Ditresnarkoba Polda Papua Barat untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.
Barang bukti yang disita meliputi puluhan paket ganja siap edar, dua unit telepon genggam, satu lembar tiket kapal, serta satu tanaman ganja hidup.
Pelaksana Tugas Kepala Bidang Humas Polda Papua Barat, Gadug Kurniawan, mengatakan pengungkapan ini merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam memberantas peredaran narkotika di wilayah Papua Barat.
“Polda Papua Barat tidak akan memberikan ruang bagi pelaku penyalahgunaan dan peredaran narkotika. Kami terus melakukan penindakan tegas serta mengimbau masyarakat untuk turut berperan aktif memberikan informasi,” ujarnya.
Saat ini, penyidik masih melakukan pendalaman, termasuk uji laboratorium barang bukti, pemeriksaan urine para terduga pelaku, serta pengembangan untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan lain.
Polda Papua Barat juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjauhi narkoba demi masa depan yang lebih baik.(rls)













