Papua Barat

Rehabilitasi Pesisir Fakfak, Tim 19 TEP Unhas dan Warga Saharey Tanam 1.500 Bibit Mangrove

253
×

Rehabilitasi Pesisir Fakfak, Tim 19 TEP Unhas dan Warga Saharey Tanam 1.500 Bibit Mangrove

Sebarkan artikel ini
Fakfak
Tim 19 TEP Universitas Hasanuddin (Unhas) dan Warga Warga Saharey Tanam 1.500 Bibit Mangrove. Selasa (08/09/2026). FOTO : ISTIMEWA. PAPUADALAMBERITA.COM.

PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK – Tim 19 TEP (Tim Ekspedisi Patriot) Universitas Hasanuddin (Unhas) yang diketuai oleh Prof. Nita Rukminasari, S.Pi., M.P., Ph.D., menggelar aksi penanaman 1.500 bibit mangrove di kawasan pesisir Kampung Saharey, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, pada Jumat (4/9/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya rehabilitasi lingkungan pesisir sekaligus memperkuat peran aktif masyarakat dalam menjaga kelestarian ekosistem.

Aksi lingkungan ini dilaksanakan secara gotong royong dengan melibatkan seluruh anggota Tim 19 TEP Unhas, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Saharey, serta warga lokal. Kolaborasi ini menjadi wujud nyata kepedulian bersama terhadap keberlanjutan ekosistem pesisir Fakfak.

Kegiatan diawali dengan pemetaan lokasi, penyiapan bibit, dan pemancangan ajir bambu sebagai penyangga tanaman. Setelah persiapan matang, seluruh peserta terjun ke lapangan untuk menanam 1.500 bibit mangrove di area pesisir yang telah ditentukan.

Ketua Tim 19 TEP Unhas, Prof. Nita Rukminasari, menegaskan bahwa penanaman ini bukan sekadar aksi seremonial, melainkan langkah awal pembentukan kesadaran kolektif masyarakat.

“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada proses penanaman saja. Hal yang paling krusial adalah bagaimana bibit-bibit ini dirawat dan dijaga bersama agar memberikan manfaat ekologis dan ekonomis yang berkelanjutan bagi masyarakat Kampung Saharey,” ujar Prof. Nita Rukminasari.

Tim 19 TEP Universitas Hasanuddin (Unhas) Bersama Warga Saharey Tanam Mangrove. Selasa (08/09/2026). FOTO : ISTIMEWA. PAPUADALAMBERITA.COM.

Menurutnya, Ekosistem mangrove memiliki peran vital sebagai benteng alami dari abrasi pantai, tempat memijah (nursery ground) berbagai biota laut, serta penyeimbang ekosistem pesisir. Oleh karena itu kata dia, keberhasilan rehabilitasi mangrove sangat bergantung pada komitmen pemeliharaan pasca-penanaman.

Pelibatan Pokdarwis dan masyarakat setempat menjadi kunci sukses program ini, guna menumbuhkan rasa memiliki (sense of belonging) dan tanggung jawab bersama terhadap kelestarian lingkungan.

Selain dampak ekologis, kegiatan ini juga menjadi wahana edukasi publik tentang pentingnya merawat kawasan pesisir melalui semangat gotong royong, ungkap Ketua Tim 19 TEP Unhas, Prof. Nita Rukminasari, dalam pers rilisnya yang diterima media ini, Selasa (08/09/2026).

Lanjutnya, melalui aksi penanaman 1.500 bibit mangrove ini, Tim 19 TEP Unhas bersama warga Kampung Saharey berkomitmen untuk terus mendorong aksi berkelanjutan demi menjaga pesisir Papua Barat.

“Satu bibit yang ditanam hari ini adalah langkah kecil yang memberi kepastian harapan bagi kelestarian lingkungan generasi mendatang,” tutup Prof. Nita Rukminasari.(rls)

Tim 9 TEP Universitas Hasanuddin (Unhas) Bersama Warga Kampung Saharey, Distrik Fakfak Timur. Selasa (08/09/2026). FOTO : ISTIMEWA. PAPUADALAMBERITA.COM.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *