Papua Barat

Resmikan Gereja di Anggi, Gubernur Serahkan 500 Sak Semen, Bupati Tegaskan Soal Palang Jalan dan ASN

256
×

Resmikan Gereja di Anggi, Gubernur Serahkan 500 Sak Semen, Bupati Tegaskan Soal Palang Jalan dan ASN

Sebarkan artikel ini
Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan bersiap menggunting pita sebagai tanda peresmian Gereja GPKAI Jemaat Yerusalem Mbondidip, Majelis Daerah Tinam Imbai, Distrik Anggi, Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf), Minggu (22/2/2026). FOTO: PAPUAKINI.NET.PAPUADLAMBERITA.COM

PAPUADALAMBERITA.COM.PEGUNUNGAN ARFAK– Dominggus Mandacan meresmikan Gereja GPKAI Jemaat Yerusalem Mbondidip, Majelis Daerah Tinam Imbai, Distrik Anggi, Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf), Minggu (22/2/2026).

Dalam kesempatan tersebut, gubernur juga menyerahkan bantuan material berupa 500 sak semen untuk pembangunan pagar gereja serta melakukan peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pekerjaan fisik.

Dominggus Mandacan mengajak seluruh jemaat untuk bersyukur atas selesainya pembangunan gedung gereja yang dinilainya megah dan representatif sebagai sarana peribadatan.

“Gedung gereja ini sudah dibangun dengan baik dan megah. Karena itu harus dimanfaatkan untuk beribadah dengan sungguh-sungguh serta memperkuat iman dan kebersamaan jemaat,” ujarnya.

Ia berharap pembangunan pagar gereja dapat berjalan lancar dan selesai tepat waktu sehingga kompleks gereja semakin tertata dan nyaman.

Sementara itu, Bupati Pegaf Dominggus Saiba menilai keberadaan Gereja Yerusalem menjadi kebanggaan masyarakat karena ukuran dan kualitas bangunannya dinilai setara dengan gereja di wilayah perkotaan. Ia berharap jumlah jemaat terus bertambah dan kehidupan keagamaan semakin kokoh.

Selain menyampaikan apresiasi, Bupati juga menyoroti sejumlah persoalan sosial di Pegaf. Ia mengimbau jemaat GPKAI untuk menghentikan konsumsi minuman beralkohol serta menjaga citra Pegaf sebagai “kota Injil”.

Dalam arahannya, Saiba menegaskan larangan praktik pemalangan jalan, khususnya di jalur utama dari Prafi menuju Anggi.

“Dari mata jalan Prafi sampai Pegaf saya minta tidak ada palang-palang. Kalau ada, saya sendiri yang akan turun dan bongkar,” tegasnya.

Ia juga mengajak para pemuda dan kepala kampung di Distrik Anggi untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.

Terkait aparatur sipil negara (ASN), Bupati meminta ASN asal Pegaf yang masih berdomisili di Manokwari agar kembali dan menetap di wilayah tugasnya. Ia juga meminta ASN yang bertugas di Pegaf menyesuaikan administrasi kependudukan dengan KTP Pegaf.

Namun demikian, sejumlah kalangan menilai kebijakan terkait domisili dan administrasi ASN tetap perlu mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan serta prinsip pembinaan kepegawaian yang berlaku, agar tidak menimbulkan persoalan hukum maupun administratif di kemudian hari.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Dominggus Saiba juga menyerahkan bantuan pribadi sebesar Rp50 juta untuk mendukung operasional gereja.(rustam madubun)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *