Papua Barat

Sabtu Pagi di Kuburan Pasir Putih, Mayat Wanita di Mobil Innova, Penggali Kubur Kaget

1561
×

Sabtu Pagi di Kuburan Pasir Putih, Mayat Wanita di Mobil Innova, Penggali Kubur Kaget

Sebarkan artikel ini
Petugas RSUD Manokwari dan Polisi mempersiapkan jenazah untuk proses otopsi usai ditemukan tanpa peti dan dibawa menggunakan mobil rental. Polisi masih menyelidiki penyebab kematian korban. Sabtu (29/11/2025). FOTO: RUSTAM M .PAPUADALAMBERITA

PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI–Seorang penggali kubur di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pasir Putih, Hengky Baransano, mengungkap dugaan kejanggalan terkait jenazah yang hendak dimakamkan oleh dua pria dan seorang wanita menggunakan mobil Rental berwarna hitam, jenis Toyota Innova, bernomor polisi luar Papua Barat, pada Sabtu (29/11/2025).

Hengky mengaku tidak mengetahui latar belakang kematian korban. Ia hanya diminta menggali kubur sejak Jumat (28/11/2025) oleh seorang ibu yang datang menggunakan taksi online.

Menurut Hengky, dua hari sebelum kejadian pemakaman, seorang perempuan datang ke TPU Pasir Putih sekitar pukul 09.00 WIT untuk mencari jasa penggali kubur.

Hengky Baransano yang ditemui wartawan di Polresta Manokwari, Sabtu (29/11/2025). FOTO: RUSTAM MADUBUN.PAPUADALAMBERITA

“Ibu ini datang naik mobil Maxim, terus dia minta tolong cari orang untuk gali kubur. Saya dipanggil anak-anak kompleks dia keberatan dengan harga galian enam juta,” ujar Hengky.

Perempuan itu kemudian menyampaikan bahwa jenazah yang akan dimakamkan dikatakan berasal dari Sorong, namun ia hanya sanggup membayar Rp2 juta.

“Dia bilang tidak punya uang, dan yang meninggal ini dikirim dari Sorong. Saya pikir mungkin dia lagi susah, jadi saya ambil keputusan bantu saja sebagai manusia,” katanya.

Perempuan tersebut lalu mengambil nomor telepon Hengky.

Ditelepon Tengah Malam, Diminta Siapkan Gergaji dan Triplek

Pada hari Jumat  sekitar pukul 14.00 WIT, perempuan itu kembali menghubungi Hengky untuk meminta pemakaman dilakukan hari itu juga. Namun Hengky menolak dan meminta agar proses dilakukan Sabtu pagi pukul 06.00 WIT.

Hengky kemudian menggali kubur bersama lima orang rekannya dari pukul 14.00 hingga 18.00 WIT. Untuk makan para pekerja, perempuan tersebut mentransfer Rp2,5 juta.

Namun kejanggalan mulai terasa ketika dini hari Sabtu, perempuan itu kembali menelepon dan meminta disiapkan tripleks serta gergaji.

“Saya bilang, kami ini cuma gali kubur saja. Terus saya tanya, nanti pakai peti? Dia jawab tidak pakai peti. Saya pikir mungkin adat mereka,” ucap Hengky.

Pukul 06.00 WIT, perempuan tersebut menghubungi Hengky dan mengatakan sedang menuju Pasir Putih menggunakan mobil Innova hitam.

Saat tiba, ternyata tidak ada iring-iringan jenazah ataupun keluarga. Hanya tiga orang berada di dalam mobil: perempuan tersebut, seorang laki-laki di kursi depan, dan seorang laki-laki lainnya yang mengemudi.

“Ibu itu turun dari mobil dan bilang, ‘angkat sudah’. Saya tanya, angkat apa? Dia bilang angkat mayat. Saya bilang kami tidak tahu urusan sampai di sini,” tutur Hengky.

Ketika mereka membuka bagian bagasi mobil, Hengky dan rekannya langsung mencium bau mayat yang sangat menyengat.

“Adik laki-laki yang lihat, saya  sampai muntah karena baunya. Mayat itu cuma dibungkus kain yang diputar-putar di kepala, bukan peti. Padahal katanya dari Sorong, kalau dari Sorong harusnya pakai peti baik-baik,” ungkapnya.

Melihat kondisi mencurigakan tersebut, Hengky meminta agar mereka menunggu pendeta sebelum proses pemakaman. Namun bukannya menunggu.

“Saya bilang, kita kan belum dibayar. Ibu itu cuma bilang tunggu, dia lagi cari peti. Tapi saya curiga ada yang tidak beres,” kata Hengky.

Merasa ada kejanggalan dan khawatir, Hengky kemudian segera menghubungi polisi untuk melaporkan kronologi kejadian.

Pihak kepolisian kemudian tiba di lokasi, dan membawa jenazah ke ruang jenazah RSUD Manokwari, serta mengamankan tiga orang yang tadi membawa jenazah untuk dimintai keterangan di Polresta Manokwari.(rustam madubun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *