Papua Barat

Satu Ton NaCl untuk Setiap Misi Penaburan di Awan

391
×

Satu Ton NaCl untuk Setiap Misi Penaburan di Awan

Sebarkan artikel ini
Sony memberikan penjelasan kepada Gubernur terkait kesiapan pasokan NaCl (natrium klorida) untuk mendukung operasional penerbangan dalam kegiatan modifikasi cuaca di Papua Barat.FOTO: RUSTAM MADUBUN.PAPUADALAMBERITA  

PAPUADALAMBERITA.COM.​MANOKWARI – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyiapkan langkah strategis menghadapi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap yang melanda wilayah Papua Barat.

Hingga saat ini, satu unit pesawat Casa 212 telah disiagakan di Bandara Rendani, Manokwari, lengkap dengan kru, pilot, serta teknisi guna mendukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

​Kepala Klimatologi Papua Barat, Sony  Hartono,S.Si  menjelaskan bahwa posko utama OMC dipusatkan di Bandara Rendani, Manokwari, Rabu(14/10/2026).

Baca juga: Gubernur Papua Barat Tinjau Langsung Modifikasi Cuaca di Bandara Rendani Manokwari

Ia menjelaskan itu di hadapan Gubernur Papua Barat, Drs Dominggus Mandacan, M.Si, Wakil Gubernur Papua Barat, Sekda Papua Barat, Ketua DPR Papua Barat, Kapolda Papua Barat, perwakilan Kodam XVIII/Kasuari dan Forkopimda di ruang pertemuan Bandar Udara Rendani Manokwari, Rabu (14/10/2026).

Ditegaskan, Wilayah operasional posko ini mencakup sejumlah titik hotspot di Papua Barat berdasarkan rekomendasi dari BMKG.

​”Peta kerja sudah kami siapkan mencakup wilayah Papua Barat yang berpusat di Bandara Rendani, Manokwari. Izin serta perpanjangan kegiatan operasi modifikasi cuaca saat ini sudah clear dan siap dilaksanakan hingga 17 Oktober 2026,” ujar Sony.

​Untuk mendukung operasional penerbangan, pihak BMKG telah menyediakan pasokan NaCl. Setiap satu kali penerbangan penaburan awan akan menggunakan satu ton NaCl.

Hingga kini, kegiatan penyemaian masih disesuaikan dengan kondisi pertumbuhan awan hujan di wilayah Papua Barat.

​Ia juga menyampaikan analisis cuaca terkini bahwa wilayah Papua Barat secara umum masih didominasi oleh kondisi cuaca cerah berawan.

Namun, potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diperkirakan mulai merata di beberapa wilayah pada periode 14 hingga 19 Oktober 2026.

BMKG terus memantau pergerakan angin yang umumnya bertiup dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan berkisar antara 2 hingga 10 knot.

​Pihak BMKG berharap melalui langkah-langkah kesiapsiagaan, penyediaan logistik, serta operasi modifikasi cuaca yang didukung penuh oleh pemerintah daerah dan pusat, bencana karhutla dan kabut asap di wilayah Papua Barat dapat segera diatasi dengan baik.(rustam madubun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *