Papua Barat

Sembilan Gubernur Asal Daerah Khusus dan Istimewa di Indonesia Akan Bertemu di Manokwari

107
×

Sembilan Gubernur Asal Daerah Khusus dan Istimewa di Indonesia Akan Bertemu di Manokwari

Sebarkan artikel ini

Penjabat Sekda Papua Barat Dr Y Fonataba, SP, MSi yang ditemui wartawan seusai memimpin apel di lingkungan Setda Papua Barat di kantor gubernu, Rabu (30/8/2023). FOTO: RUSTAM MADUBUN.PAPUADALAMBERITA.

PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI – Sembilan gubernur dari daerah khusu dan daerah istimewa di Indonesia akan bertemu di Imanokwari Ibu Kota Provinsi Papua Barat pada 25-27 September 2023 mendatang.

Sembilan (9) gubernur daerah khsusu dan daerah istmewa ini tergabung dalam Forum Desentralisasi Asimetris Indonesia (Fordasi).

Penjabat Sekda Papua Barat Dr Yacob Fonataba SP, MSI mengatakan, rapat Fordasi diikuti sembilan provinsi yang memilik kekhususuan yaitu; Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, Gubernur Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta, Gubernur daerah khsus provinsi Aceh, provinsi otonnomi khusus, Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Tengah, Papua Pegunungan dan Papua Selatan.

Penjabat Sekda Papua Barat, Y Fonataba, menambahkan Fordasi tahun 2023 diselenggarakan di Manokwari Papua Barat pada September 2023 mendatang.

“Biro Pelaksana Otsus Setda Papua Barat telah merancang term of reference (TOR) atau kerangka acuan,” ujar Penjabat Sekda yang ditemui wartawan seusai memipin apel perdana sebagai sekda di Kantor Gubernur Papua Barat Rabu (30/8/2023).

Menurut Fonataba, penjabat gubernur telah memberikan instruksi pelaksanaan Fordasi. Selaku Sekda Ia telah memeriksa terkait pengusulan anggaran pelaksanaan Fordasi.

“Dari anggaran yang diusulkan, saya meminta untuk memaksimalkan secara baik. Hari Jumat, (1/9/2023), kita akan rapat bersama,” jelas Fonataba.

Lanjut Sekda, dalam rapat Fordasi akan membahas sistem program prioritas daerah khusus dan daerah istimewa yang berkaitan dengan pembangunan. Kemudian, dari segi penganggaran.

“Namanya daerah istimewa dan daerah khusus pasti berbeda dari daerah diluar itu. Misalnya saja di Papua yang memiliki satuan harga berbeda dan tidak mungkin akan sama karena tingkat kemahalan harga berbeda-beda,” sebut dia.(tam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *