fbpx
Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Dr Tornagogo Sihombing, MSI dan Ketua tim studi kelayakan Mabes Polri Brigjen Pol  Drs Yasdan Rivai untuk menilai kelayakan... Setelah Mabes Polri, Kemenpan RB Akan Nilai Kelayakan Perubahan Tipe Polda Barat

Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Dr Tornagogo Sihombing, MSI dan Ketua tim studi kelayakan Mabes Polri Brigjen Pol  Drs Yasdan Rivai untuk menilai kelayakan perubahan tipe Polda Papua Barat, Rabu (22/1/2020) di Polda Papua Barat. FOTO: rustam madubun/papuadalamberita.com

PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI – Seusai Mabes Polri, melakukan studi dan evaluasi  kelayakan untuk menilai usulan perubahan tipe Polda  Papua Barat dari Tipe B ke tipe A sebagai peningkatan optimalisasi pelayanan kepada masyarakat pada Rabu (22/1/2020).

Dijadwalkan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (Kemenpan) Reformasi Birokrasi (RB) Republik Indonesia (RI) akan mengunjunggi Polda Papua Barat.

Baca juga: Tim Mabes Polri Mulai Nilai Kelayakan Perubahan Tipe Polda Papua Barat

‘’Karena setelah ini, akan ada tim studi kelayakan dari  Kemenpan RB RI, kalau tidak menteri yang turun sendiri, paling tidak Deputi Kelembagaan dan tata Laksana Kemenpan RB RI yang akan melakukan studi kelayakan di Polda Papua Barat,’’ jelas Ketua Tim Studi Kelayakan dari Mabes Polri Brigjen Pol  Drs Yasdan Rivai dalam paparannya di Polda Papua Barat, Rabu (22/1/2020).

Ia menegaskan, Polda Papua Barat segera memperhatikan dengan sungguh-sungguh semua persayaratan yang dimaksud.

‘’Yang kami lakukan hari ini (Kamis, 22/1/2020) perintah Kapolri untuk melakukan perubahan tipe tujuh Polda.  ini adalah Polda terakhir yang kami lakukan studi kelayakan,  pertama di Sulawesi Tenggara,  Sulawesi Barat,  Kalimantan Utara, kemudian Bangka Belitung, pekan lalu kami ke Maluku Utara dan Gorontalo, minggu ini kami di Papua Barat,’’ jelas jenderal bintang satu dari Mabes Polri.

Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Dr Tornagogo Sihombing, MSI dan Ketua tim studi kelayakan Mabes Polri Brigjen Pol  Drs Yasdan Rivai serta pejabat utama Polda Papua Barat.  FOTO: rustam madubun/papuadalamberita.com

Rekan-rekan sekalian di waktu yang lalu kalau ada pembentukan atau peningkatan status itu berdasar pada Peraturan Kapolri (Perkap) nomor 7 tahun 2014. Nomenklaturnya adalah pembentukan dan peningkatan jadi meningkat.

Selain tipe Polda Papua Barat, Ia juga menginggatkan Polda Papua Barat dan Karorena untuk segera mengusulkan perubahan tipe Polres Manokwari.

‘’Karena apa? Saya punya rencana seluruh Polres yang ada di ibu kota provinsi adalah Polresta. Kabupaten Jayapura sudah, termasuk 14 Polres yang berubah tipenya,’’ ujarnya.

Ia mengatakan, Mabes Polri bisa merubah tipe Polres, jika Polda setempat mengusulkan. ‘’Bagaimana kita mau merubah tipenya kalau Polda tidak mengusulkan, karena data sembilan dimensi dan 48 indikator itu adalah rekan-rekan yang punya, bukan kami di Mabes Mabes Polri,’’ tegasnya.

Brigjen Pol Yasdan Rivai yang sehari-hari menjabat  Karolemtala Srena Polri juga mengkritisi  Pos Polisi (Pospol) dan nama Poleres yaitu Polisi Resor tidak pakai (T).

‘’Pos Pol  itu jangan dibuat lagi ya,  nanti saya siang atau sore saya lewat tidak ada lagi ya. Di Kepolisian  tidak mengenal nomenklatur tentang pos polisi.  Satuan polisi terkecil adalah Polisi Sub Sektor. Itu pos yang di Sowi tadi saya lewat sempat saya lihat,’’ tegasnya.

Termasuk Polres serta jajaran, jika ada Polres yang masih pakai (T) diakhir nama Polisi resort segera diganti menjadi Polisi resor saja tanpa (T). Resor saja. ‘’Resor  yang pakai hurf  (T)  dibelakang itu namanya hotel, penginapan atau tempat wisata,’’ jelasnya.(tam)

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maaf Tidak Bisa Dicopy !!