Papua Barat

Sinergi TNI dan TEP Unpad, Petakan Potensi Fakfak Melalui Ekosistem Kesejahteraan

220
×

Sinergi TNI dan TEP Unpad, Petakan Potensi Fakfak Melalui Ekosistem Kesejahteraan

Sebarkan artikel ini
Korem 82/JO
Danrem 82/JO Kolonel Inf Irwan Budiana, S.E., M.M., M.Han., Bersama Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Padjadjaran. Rabu (09/09/2026). FOTO : ISTIMEWA. PAPUADALAMBERITA.COM.

PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK – Kekayaan alam Fakfak yang melimpah belum tentu berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakatnya. Mengubah potensi sumber daya menjadi kekuatan nyata warga masih menjadi tantangan besar. Berangkat dari persoalan tersebut, Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Padjadjaran (Unpad) hadir membawa gagasan pemetaan wilayah berbasis ekosistem.

Gagasan itu didiskusikan dalam pertemuan resmi di Makorem 182/JO pada Rabu (9/9/2026). Komandan Korem (Danrem) 182/JO, Kolonel Inf Irwan Budiana, S.E., M.M., M.Han., menyambut langsung kedatangan TEP Unpad yang dipimpin Dewan Pembina Prof. Edward, didampingi tim ahli kewirausahaan Ashal dan Faizal, serta anggota tim Edi, Achmad Buchori, dan Heksa.

Turut hadir mendampingi Danrem 82/JO, Kolonel Inf Irwan Budiana, S.E., M.M., M.Han., diantaranya Letkol Inf Eko Handono, Letkol Inf Ahmad Nasudin, Mayor Cku Netto, Kapten Alin Anwar, dan Kapten Frengky.

Dalam pertemuan tersebu, Tim Ekspedisi Patriot Universitas Padjadjaran  (Unpad) menawarkan konsep pembangunan terintegrasi yang merajut lima bidang utama menjadi satu ekosistem kesejahteraan :

  • Air: Pemetaan dan pengelolaan sumber air secara berkelanjutan.
  • Energi: Penyediaan pasokan energi sebagai penggerak aktivitas ekonomi.
  • Pangan: Penguatan produksi untuk menjamin ketahanan dan kemandirian lokal.
  • SDM: Peningkatan keterampilan masyarakat dalam mengelola potensi daerah.
  • Digital: Pemanfaatan teknologi untuk memperluas akses pendidikan, layanan publik, dan pemasaran produk lokal.

Danren 182/JO Kolonel Inf Irwan Budiana, S.E., M.M., M.Han., Bersama PJU dan Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Padjajaran, di Makorem Jazirah Onim. Rabu (09/09/2026). FOTO : ISTIMEWA. PAPUADALAMBERITA.COM.

Langkah ini dirancang agar setiap sektor saling menguatkan. Ketersediaan air mendukung ketercukupan pangan, energi yang memadai menggerakkan roda ekonomi, SDM terampil mengolah potensi lokal, dan teknologi digital membuka akses pasar yang lebih luas.

Danrem 182/JO Kolonel Inf Irwan Budiana menegaskan kesiapan TNI untuk mendampingi dan memfasilitasi program pemetaan wilayah ini melalui jaringan kewilayahan hingga ke tingkat kampung.

Menurut Danrem, keberhasilan pembangunan Fakfak membutuhkan kolaborasi empat elemen utama:

1./ Perguruan Tinggi: Menyediakan riset dan kepakaran ilmiah.

2./ Pemerintah: Menentukan arah kebijakan.

3./ Masyarakat: Memiliki kearifan dan pengalaman lokal.

4./ TNI: Memiliki jangkauan kewilayahan yang melekat dengan warga.

Dikatakannya, ekspedisi ini diarahkan bukan sekadar untuk menghasilkan data atau laporan formal di atas kertas, melainkan untuk meninggalkan kemampuan nyata (empowerment) bagi masyarakat setelah program selesai.

Melalui sinergi antara TEP Unpad, Kementerian Transmigrasi RI, dan TNI, seluruh potensi tanah, laut, dan hutan di Fakfak diharapkan dapat bertransformasi menjadi nilai tambah yang berkelanjutan bagi kemandirian warga lokal, ujarnya.(rls)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *