fbpx
(Kanan) horizontal stabilizer pesawat batik Air Airbus A320 PK-LUT ID 6150 yang ditabrak  tangga pesawat saat berada di Apron Bandara Rendani Manokwari Jumat, (21/2/2020),... Stabilizer Horizontal Pesawat Batik Air Ditabrak Tangga, Tiga Hari  Diperbaiki di Bandara Rendani Manokwari

(Kanan) horizontal stabilizer pesawat batik Air Airbus A320 PK-LUT ID 6150 yang ditabrak  tangga pesawat saat berada di Apron Bandara Rendani Manokwari Jumat, (21/2/2020), (kiri) Stabilizer yang telah diperbaiki sampai  Senin (24/2/2020) pagi  masih berada di Apron Bandara Manokwari. FOTO: rustam madubun/papuadalamberita.com

PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI-  Akibat horizontal stabilizer (sayap) sebelah kiri pesawat Batik Air yang dipiloti Capten Randi Wahyudi  ditabrak tangga pesawat saat berada di Apron Bandara Rendani Manokwari pada Jumat (21/2/2020), hingga Senin (24/2/2020) pesawat itu sudah tiga hari parkir di Apron Bandara Rendani Manokwari untuk perbaikan.

Kepala Otorita Bandar Udara Wilayah IX Manokwari Kolonel Laut (P) Agus Irianto yang ditemui papuadalamberita.com Senin (24/2/2020) di ruang kerjanya membenarkan insiden tangga yang menabrak pesawat Batik Air  pada Jumat.

Baca juga: Insiden Sayap Batik Air di Bandara Rendani Manokwari, Kerusakan dalam Diperbaikan

Insiden pesawat Batik Air jenis Airbus A320 PK-LUT dengan ID 6150 menurut Kepala Otorita Bandara Manokwari saat itu dalam keadaan berhenti di Apron untuk penerbangan selanjuta rute Manokwari-Sorong Papua Barat berawal saat penarikan Tangga (TPS) oleh petugas Groundhandling Gapura Angkasa.

Kepala Otoritas Bandara Wilayah IX Manokwari, Kolonel Laut  (P) Agus Irianto saat ditemui papuadalamberita.com di ruang kerjanya, Senin (24/2/2020). FOTO: rustam madubun/papuadalamberita.com

‘’Saat tangga mendekati pesawat, seharus menarik tuas pada bagian tangga, namun Ia belum memastikan turun kebawah (petugas mengira tuas sudah terlepas ) sehingga Ia melakukan manuver oleh traktor penarik tangga keluar dan pada saat manuver tangga pesawat tertarik dan mengenai horizontal Stabiliser pesawat Batik Air dan mengalami kerusakan serius.

‘’Saat itu kebetulan saya ikut dalam pesawat tersebut, pintu pesawat depan sudah dibuka orang mau jalan keluar,  tahu-tahu terdengar bunyi benturan, wah apa nih celaka nih, pesawat sudah pada posisi di parking state lima. Saya turun saya lihat tangga ada di situ oh tangga kena stabilizer,’’ ujar Agus Irianto.

Ia mengatakan, kerusakan sekecil apapun pada pesawat itu sangat vital, dan harus diserius menanganinya.

Pesawat Batik Air Aribus A320 PK-LUT ID 6150 yang mengalami insiden dengan tangga pesawat pada Jumat lalu masih Senin (24/2/2020) pagi di Apron Bandara Manokwari menunggu jadwal penerbangan dari maskapai Batik Air. FOTO: rustam madubun/papuadalamberita.com

‘’Pihak Batik Air sudah kirimi teknisi dari pusat untuk memperbaiki dan membawa sparepart. kalau hal kami Otorita Bandara hanya mengawasi, nanti batik Air melaporkan kepada kami sudah siap atau belum, ‘’ jelas mantan penerbang (pilot) angkatan laut ini.

Dalam insiden Batik Air di Manokwari ini ditangani dua bagian yaoitu penanganan pesawatnya dari teknisi maskapai bersangkutan, terus dari pihak ground handling yang melaksanakan menerima pesawat di darat.

Kepada operator yang menagani tangga pada saat itu tentu akan diperiksa, karena lalai dalam menjalankan tugas.

Sesuai laporan yang diterima dari Batik Air Manokwari, perbaikan telah selesai tinggal menanti jadwal penerbangan selanjutnya. ‘’Dijadwalkan besok Selasa pesawat Batik Air isudah kembali terbang,’’ ungkapnya.(tam)

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maaf Tidak Bisa Dicopy !!