Papua Barat

STIH Manokwari Jadi Institut Ilmu Hukum dan Teknologi Pembangunan Papua

573
×

STIH Manokwari Jadi Institut Ilmu Hukum dan Teknologi Pembangunan Papua

Sebarkan artikel ini
Gubernur Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan, M.Si, Kepala LLDIKTI Wilayah XIV Papua dan Papua Barat Dr. Suriel Mofu, Rektor IIHTP Papua Dr. Filep Wamafma, S.H., M.Hum., C.L.A., serta Ketua Umum Yayasan Perguruan Tinggi Manokwari Petrus Makbon, S.H., berfoto bersama usai penandatanganan berita acara perubahan bentuk STIH Manokwari menjadi IIHTP Papua di Aston Niu Manokwari, Selasa (21/7/2026). FOTO: RUSTAM MADUBUN/PAPUADALAMBERITA.COM.

Gubernur Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan, M.Si, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XIV Papua dan Papua Barat Dr. Suriel Mofu, Rektor Institut Ilmu Hukum dan Teknologi Pembangunan (IIHTP) Papua Dr. Filep Wamafma, S.H., M.Hum., C.L.A., serta Ketua Umum Yayasan Perguruan Tinggi Manokwari Petrus Makbon, S.H., berfoto bersama usai penandatanganan berita acara perubahan bentuk Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Manokwari menjadi Institut Ilmu Hukum dan Teknologi Pembangunan (IIHTP) Papua di Aston Niu Manokwari, Selasa (21/7/2026). FOTO: RUSTAM MADUBUN/PAPUADALAMBERITA.COM.

PAPUADALAMBERITA.MANOKWARI – Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Manokwari resmi naik status menjadi Institut Ilmu Hukum dan Teknologi Pembangunan (IIHTP) Papua berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 631/B/O/2026.

Perubahan bentuk perguruan tinggi tersebut ditandai dengan rapat senat terbuka yang dirangkaikan dengan pelantikan Dr. Filep Wamafma, S.H., M.Hum., C.L.A. sebagai Rektor IIHTP Papua di Aston Niu Manokwari, Selasa (21/7/2026).

Dalam pidato perdananya sebagai rektor, Filep Wamafma mengajak seluruh sivitas akademika menjadikan momentum perubahan status tersebut sebagai awal untuk memperkuat komitmen membangun pendidikan tinggi yang berkualitas di Tanah Papua.

“Semua yang telah kita capai hari ini merupakan anugerah dan kemurahan Tuhan. Karena itu, mari kita bersyukur atas setiap berkat yang telah diberikan kepada kita,” ujar Filep.

Ia menegaskan, keberhasilan STIH Manokwari bertransformasi menjadi institut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, legislatif, aparat penegak hukum, hingga para alumni.

Menurut Filep, pengembangan pendidikan tinggi tidak mungkin dilakukan secara sendiri-sendiri. Karena itu, kolaborasi menjadi kunci untuk meningkatkan mutu pendidikan sekaligus melahirkan sumber daya manusia Papua yang mampu bersaing.

“Kami berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan semua pihak. Tanpa kolaborasi, tidak mungkin kita membangun pendidikan yang lebih baik di Tanah Papua,” katanya.

Pada kesempatan itu, Filep menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat yang selama ini memberikan dukungan terhadap proses pengembangan kampus hingga akhirnya memperoleh status sebagai institut. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada DPRD Provinsi Papua Barat, pemerintah daerah, serta mitra kerja, antara lain Kejaksaan, Pengadilan, TNI, Polri, dan berbagai lembaga lainnya yang dinilai turut berkontribusi dalam penguatan institusi.

Ia juga memberikan penghargaan kepada para alumni yang dinilai memiliki peran besar dalam perjalanan kampus selama satu dekade terakhir. Menurutnya, keberadaan alumni di berbagai bidang menjadi modal penting dalam membangun jejaring sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap perguruan tinggi tersebut.

Di hadapan mahasiswa, Filep mengajak seluruh sivitas akademika menjadikan perubahan status menjadi institut sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kualitas akademik dan pengabdian kepada masyarakat.

“Mulai hari ini, saya berharap seluruh mahasiswa bangga menjadi bagian dari Institut Ilmu Hukum dan Teknologi Pembangunan Papua. Perubahan status ini bukan sekadar perubahan nama, tetapi merupakan tanggung jawab untuk menghadirkan pendidikan yang semakin berkualitas,” ujarnya.

Filep menegaskan dirinya menerima amanah sebagai rektor dengan komitmen penuh untuk mengabdikan tenaga, waktu, dan pemikiran demi kemajuan pendidikan tinggi serta masa depan generasi muda Papua.

“Saya menerima mandat ini sebagai bentuk pengabdian untuk membangun masa depan anak-anak Papua melalui pendidikan. Kami ingin institut ini menjadi bagian dari upaya mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing,” katanya.

Ia berharap transformasi STIH Manokwari menjadi IIHTP Papua menjadi tonggak baru dalam pengembangan pendidikan tinggi di Papua Barat, sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan daerah melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.(rustam madubun)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *