LP3N Papua Barat Menggelar Konfrensi Pers tentang pelaksanaan Pilkada di Kabupaten Teluk Bintuni, Selasa (17/11/2020). PAPUADALAMBERITA. FOTO: ISTIMEWA
PAPUADALAMBERITA.COM. BINTUNI- Lembaga Pengkajian Pendidikan Pembangunan Nusantara (LP3N) Provinsi Papua Barat merilis hasil survey pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak Kabupaten Teluk Bintuni yang diikuti dua pasangan calon yaitu, Ali Ibrahim Bauw – Yohanes Manibuy (AYO) dan Petrus Kasihiw – Matret Kokop (PMK2).
Dari hasil yang dilakukan lembaga survey ini menunjukan presentase pemilih lebih memilih pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati nomor urut 2 Petrus Kasihiw – Matret Kokop atau dengan jargon PMK2 lebih unggul 60,48 persen dibanding Ali Ibrahim Bauw – Yohanes Manibuy (AYO) yang mencapai presentasi 30,00 persen, sedangkan yang belum menetukan pilihan 9,52 persen.
Direktur LP3N Papua Barat Muhdar Ikhsan Wuel dalam keterangan persnya kepada wartawan mengatakan, standar yang digunakan untuk melakukan survey terhadap elektablitas para kandidat adalah jumlah populasi penduduk bukan populasin pemilih.
Dengan melakukan survey terhadap 420 responden yang merata ke seluruh Teluk Bintuni adalah angka ideal berdasarkan metode survey, karena penduduk Kabupaten ini hanya 80 ribu lebih.
“Kita merujuk pada metode survey maka responden yang kami gunakan 420 dari jumlah penduduk 80 ribuan dan ini standar seperti lembaga survey lainnya, juga metode yang kami gunakan sudah sesuai dengan metode ilmiah sehingga data yang kami sajikan ini dapat kami pertanggung jawabkan keabsahannya,” tegas Muhdar saat menggelar Konfrensi pers di Bintuni, Selasa (17/11/2020).
Lebih lanjut dijelaskan Muhdar bahwa metode survey pertanyaan terbuka dan tertutup kepada responden menunjukan elektabilitas calon bupati, Petrus Kasihiw 53,52 %, disusul jauh Ali Ibrahim Bauw 14,52 % dan Matret Kokop 13,00 % dan masih rahasia 0,35 %.
Sementara elektabilitas calon Wakil Bupati, Matret Kokop unggul dengan presentase 68,82 % kemudian Yohanes Manibuy 30,41 % dan rahasia 0,71 %. Selanjutnya jika pemilukada dilakukan saat ini maka pasangan PMK2 lebih unggul dengan presentase 60,41 % dan 52,14 % dibandingkan AYO 32,19 % dan 19,29 %.
Top of mind masyarakat terhadap calon Bupati Teluk Bintuni Petrus Kasihiw 58,81 % dan Ali Ibrahim Bauw 29,52 % sedangkan yang masih rahasia menentukan pilihan sebanyak 11,67 %.
“Margin off eror 3,6 % dengan tingkat akurasi 95 % menggambarkan bahwa angka perolehan baik dari sisi top of mind, pertanyaan terbuka dan tertutup terhadap elektabilitas dan popularitas kandidat sudah sangat valid sesuai standar survey” jelas Muhdar.
Dikatakannya bahwa dari 11,67 % pemilih yang belum menentukan dukungan politiknya ketika diuji dengan data dan jika tim pemenangan bersama kandidat bekerja dengan massif maka tidak menutup kemungkinan angka presentase pada tanggal 9 Desember 2020 untuk PMK2 berubah dari 58,81 % menjadi 60 hingga 70 persen kemenangan.
LP3N optimis dalam jangka waktu yang sangat dekat ini angka presentase PMK2 berubah dan tak dapat dikejar oleh siapa pun karena selisihnya 29,29 % sedangkan pemilih yang masih rahasia hanya 11,67 %..
Sementara calon bupati Teluk Bintuni nomor urut 2 Ir Petrus Kasihiw,M.T hanya menyampaikan terima kasih atas hasil survey dari LP3N Papua Barat, meski pun di media sosia sekelompok orang menyebarkan ketidakpercayaan yang menskreditkan hasil capaian kinerja kepemimpinan PMK2 jilid I.
“Tapi ternyata setelah kita turun ke lapangan masih banyak masyarakat Teluk Bintuni yang mengatakan bukti-bukti pembangunan dari pantai hingga ke gunung sehingga mereka masih percaya kami karena mereka lihat bukti” jelas Petrus Kasihiw.
Lanjut Bupati non aktif ini mengatakan, keberhasilan dalam pemerintahan PMK2 jilid I mungkin belum diserap secara baik oleh kelompok-kelompok tertentu sehingga dapat menilai dengan cara mereka.(aba)













